Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

7 Tari Tradisional Jatilan di Magelang yang Masih Eksis dan Digemari Penonton

Magang Radar Magelang • Kamis, 12 September 2024 | 03:37 WIB
Para Penari Warok yang Siap Untuk Tampil
Para Penari Warok yang Siap Untuk Tampil
RADARMAGELANG.ID, Magelang - Seni tari di Indonesia memang sangat beragam. Salah satunya kesenian jathilan yang banyak dijumpai di Magelang.
 
Jathilan merupakan kesenian yang memadukan seni tari dan magis.
 
Jathilan juga termasuk dalam warisan budaya yang berkembang di komunitas terutama di daerah pedesaan.
 
Magelang memang cukup terkenal dengan seni tari jathilan yang sangat beragam.
 
Ada beberapa komunitas jathilan yang viral di sosial media.
 
Tak hanya itu, ada juga komunitas jathilan yang pernah diundang ke Istana Negara di Jakarta untuk memeriahkan HUT RI tahun 2019 yang menjadi kebanggan tersendiri bagi warga Magelang.
 
Baca Juga: Keunikan Seni Tri Kuntulan yang Sudah Berusia Ratusan Tahun di Magelang
Kira-kira seni tari apa saja yang ada di Magelang? Yuk simak daftar kesenian jathilan dibawah ini:
 
1.      Seni Tari Soreng
Tari Soreng adalah tari tradisional khas Magelang yang menceritakan tentang prajurit peperangan yang dipimpin oleh  Adipati Aryo Penangsang.
 
Soreng merupakan seni tari yang berkembang di masyarakat lereng gunung Andong dan Merbabu.
 
Hebatnya Tari Soreng warga Setuju Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngablak pernah diundang ke Istana Negara di Jakarta untuk memeriahkan HUT RI tahun 2019.
 
Baca Juga: Segera Rencanakan Berkunjung ke 5 Desa Wisata Unik di Magelang berikut, Dijamin Nggak akan Nyesel!
 
2.      Seni Tari Topeng Ireng
Topeng Ireng merupakan seni tari yang berasal dari wilayah Desa Tuksongo, Kecamatan Borobudur.
 
Tarian ini konon menggambarkan sekelompok prajurit yang berkamuflase dalam melawan penjajahan belanda pada masa itu.
 
Namu ada sejarah lain yang menceritakan bahwa, tarian ini dahulu peninggalan dari salah satu wali sebagai sarana untuk menyebarkan agama Islam.
 
Sehingga dalam pementasan tari Topeng Ireng diiringi dengan syair yang didendangkan dengan alat musik tradisional.
 
Komunitas tari Topeng Ireng yang terkenal salah satunya adalah Sekar Rimba Indonesia.
 
Penari Topeng Ireng
Penari Topeng Ireng
 
3.      Seni Tari Kubro Siswo
Kubro Siswo adalah tarian khas Magelang yang sudah ada sejak tahun 1960.
 
Tarian ini menceritakan tentang perjuangan melawan penjajah dan penyebaran agama di Pulau Jawa.
 
Kubro yang berarti besar dan siswo yang berarti murid, sehingga diartikan sebagai murid-murid yang memiliki pengabdian besar terhadap Tuhan.
 
Saat pentas berlangsung kesenian ini diiringi dengan lagu kasidah yang liriknya diganti dengan pesan-pesan dakwah berbahasa Jawa. 
 
Dengan harapan mampu memperluas penyebaran agama Islam kala itu.
 
Baca Juga: Tempat Wisata Baru di Magelang! Gardu Pandang Embung Sikembang Pagergunung Ngablak yang Menjadi Spot Foto Menarik dengan View Empat Gunung
 
4.      Seni Tari Warok
Warok adalah tarian Jawa yang menggambarkan tokoh kanuragan yang menjadi tradisi yang berkembang di masyarakat.
 
Tarian ini berasal dari Ponorogo Jawa Timur, yang berkembang diberbagai wilayah Jawa Tengah salah satunya di Magelang.
Tarian Warok sangat mudah dijumpai di panggung pentas seni jathilan.
 
5.      Seni Tari Gedruk
Gedruk adalah tari tradisional yang juga dikenal dengan tari rampak buto.
 
Tarian ini dipentaskan secara berkelompok yang menggambarkan kemarahan raksasa atau buto lereng Gunung Merapi akibat kerusakan alam. 
 
Kata gedruk berarti menghentakkan kaki, para penari menggunakan topeng buto dengan berbagai macam karakter buto.
 
Gedruk berasal dari daerah Magelang yang sudah berkembang luas di masyarakat.
 
Baca Juga: 5 Referensi Warung Lotek di Kota Magelang, Nomor 3 Termasuk Legendaris Buka Pertama Tahun 1972
 
6.      Seni Tari Jathilan Wiroyudho
Jathilan Wiroyudho adalah tarian gabungan dari kuda lumping dan leak bali. 
 
Tarian ini berasal dari wilayah Temanggung yang juga sudah berkembang di Magelang.
 
Tarian ini menampilkan jaranan kepang yang dimainkan oleh kesatria yang nantinya juga diiringi dengan tari pendet, tari legong, dan tari kecak.
 
Jathilan Wiroyudho sangat populer dikalangan masyarakat Magelang dan Temanggung, karena kolaborasi seni tari yang sangat memukau.
 
Penari Jathilan Wiroyudho
Penari Jathilan Wiroyudho
 
7.      Seni Tari Dolalak
Dolalak adalah kesenian khas Purworejo, tarian ini merupakan tarian peninggalan zaman penjajahan belanda.
 
Kata dolalak berasal dari “not do” dan “la” karena tarian ini hanya diiringi dengan alat musik dua nada yaitu sepasang kenong.
 
Tarian ini dimainkan oleh penari perempuan sebagai tarian penyambutan pemerintah di masa itu.
 
Baca Juga: 5 Rekomendasi Kafe di Magelang dengan Spot Foto yang Diminati Milenial dan Gen Z, Apa Saja?
 
Indonesia memang memiliki berbagai macam budaya yang sangat memukau dari Sabang hingga Merauke, sudah saatnya kita sebagai warga negara Indonesia ikut menjaga dan melestarikan budaya di Nusantara.
 
Itulah 7 seni tradisional di Magelang yang sampai sekarang masih eksis. (mg19/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo
#Tari jathilan #kesenian #Tari Gedruk #warok #Kubro Siswo #Dolalak