
RADARMAGELANG.ID—Indonesia merupakan negara yang kaya akan tanaman herbalnya, salah satunya adalah Calincing atau oxalis corniculata.
Tanaman calincing merupakan tanaman liar yang biasanya dianggap sebagai hama, namun jika sudah mengetahui manfaatnya pasti kamu tidak akan mengabaikannya lagi, atau bahkan memilih menjadikannya sebagai tanaman hias atau mungkin akan membudidayakannya.
Tanaman calincing ini mempunyai banyak nama di berbagai daerah, daun asam kecil, semanggen (Jawa), lela (Aceh), cembicenan (Madura), dan mala-mala (Ternate).
Calincing biasanya tumbuh liar di pinggir jalan maupun di tempat lembab yang teduh, dan dapat dengan mudah ditemui di berbagai tempat dari dataran rendah hingga dataran tinggi. Calincing memiliki bentuk daun yang sangat unik seperti jantung, dalam satu tangkai daun biasanya hanya memiliki tiga sampai empat helai anak daun.
Daun cilincing memiliki bunga berukuran kecil yang tersusun seperti payung dan terdiri atas dua hingga delapan bunga dalam setiap tangkai, kelopak bunganya berwarna kuning cerah.
Tangkai daun dari bunganya biasanya berukuran kecil dan tumbuh tegak ke atas menyerupai jarum-jarum kecil.
Selain memiliki buah berbentuk kotak lonjong memanjang yang menyerupai belimbing, buah calincing yang masih muda biasanya berwarna hijau dan ketika sudah matang berubah warna menjadi cokelat.
Calincing mempunyai kandungan kimia yang beragam seperti flafonoid, viteksin, isovitekksin, asam piruvat, asam lemak, vitamin c, asam oksalat, tannin minyak atsirih saponin, dan zat samak. (Sudibyo,1998).
Kandungan itulah yang bermanfaat untuk meredakan demam, flu, diare, radang hati (hepatitis) radang tenggorokan, infeksi saluran kencing, membantu menghentikan pendarahan, menghilangkan bau mulut, obat luka bakar, dan masih banyak lagi.
Namun biasanya tanaman calincing ini hanya dijadikan tanaman hias atau bahkan dibasmi dikarenakan banyak yang belum tahu manfaatnya.



