RADARMAGELANG.ID, Ungaran--Sebanyak 72 rumah dan satu masjid di Dusun Ngendo, Desa Ngrapah, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang terendam banjir dengan kedalaman 30 sentimeter hingga 50 sentimeter.
Sedikitnya 90 KK terdampak banjir, sebanyak tujuh KK di antaranya harus mengungsi.
Banjir bandang ini terjadi akibat tanggul di Sungai Nglegong, Dusun Ngendo, Desa Ngrapah, Kecamatan Banyubiru jebol.
Tanggul sepanjang 15 meter tidak mampu menahan luapan air sungai usai diguyur hujan deras.
Hingga Rabu (11/12/2024) pagi, jalan depan rumah warga masih terdapat aliran air sungai akibat tanggul sungai jebol.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daeran (BPBD) Kabupaten Semarang Alexander Gunawan mengatakan, saat ini kondisi di lapangan sudah terkendali.
Air yang saat tanggul jebol mencapai 50 sentimeter, saat ini berangsur surut.
Alex juga memastikan seluruh warga Desa Ngrapah dalam kondisi baik.
Ada dua remaja, yaitu Ardi, 20, dan Yuni, 20, yang sempat terseret banjir bandang.
Keduanya berhasil selamat dan hanya mengalami luka ringan.
Kedua korban mendapat perawatan di RSUD dr Gunawan Mangunkusumo Ambarawa.
"Penanganan awal mengevakuasi warga sudah kami lakukan. Ada kurang lebih 90 KK yang terdampak. Ada juga dua korban yang sempat dikabarkan hanyut sudah ditemukan dan saat ini dalam penanganan medis. Hingga saat ini kami masih terus berkoordinasi dan berkomunikasi dengan BBWS agar segera ditindaklanjuti,"jelasnya.
Alex menceritakan, laporan pertama masuk pukul 19.15 WIB, tim BPBD dan relawan langsung mendatangi lokasi kejadian.
Alex juga mengatakan, ada sekitar 72 rumah dan satu masjid dengan 90 KK terendam air dengan kedalaman 30 sentimeter hingga 50 sentimeter.
Untuk warga yang mengungsi ada tujuh KK.
"Beberapa rumah terdampak, ada 27 lansia yang sudah kami evakuasi. Hari ini tim dan relawan juga melakukan kerja bakti bersama warga untuk membersihkan sisa-sisa yang terbawa banjir," katanya.
Wakapolres Semarang Kompol Fandy Setiawan menambahkan, tim Polres Semarang juga ikut mengamankan warga.
Ia mengatakan, jajaran TNI-POLRI, BPBD, BWWS, BKSDA, PU, PMI, Damkar, dan relawan akan melakukan pembuatan tanggul darurat dengan menggunakkan alat yang telah disediakan pada masing-masing instansi.
"Saat ini, kami terus melakukan koordinasi dengan seluruh pihak berkaitan dengan penanganan korban maupun petugas yang bertugas untuk perbaikan tanggul sudah disiapkan. Baik dapur umum hingga sarana air bersih sudah siap untuk digunakan," ujarnya. (ria/aro)