Oleh : Arfiana, Mundarti, Arum Lusiana, Bekti Yuniyanti* & Mahasiswa
RADARMAGELANG.ID, Mungkid - Stunting masih menjadi permasalahan serius dalam pembangunan kesehatan di Indonesia.
Data dari berbagai lembaga menunjukkan bahwa angka stunting di sejumlah daerah masih berada di atas ambang batas yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yakni 20 persen.
Stunting tidak hanya berdampak pada tinggi badan anak, tetapi juga memengaruhi perkembangan otak, kecerdasan, daya tahan tubuh, dan produktivitas anak di masa depan.
Salah satu faktor penting dalam upaya pencegahan stunting adalah peran aktif kader kesehatan di tingkat masyarakat.
Kader merupakan ujung tombak yang langsung bersentuhan dengan keluarga, ibu hamil, dan balita.
Melalui pendekatan edukatif dan pendampingan yang konsisten, kader memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi yang benar, melakukan pemantauan tumbuh kembang, serta mendorong perilaku hidup sehat di keluarga.
Pendampingan keluarga dalam pencegahan stunting merupakan bagian penting dari upaya kesehatan masyarakat untuk mengurangi angka stunting atau kekerdilan pada anak.
Pendampingan keluarga dalam penanggulangan stunting adalah langkah strategis untuk memastikan bahwa anak-anak mendapatkan asupan gizi yang cukup dan lingkungan yang mendukung pertumbuhan mereka.
Pendampingan keluarga dalam pencegahan dan penanggulangan stunting sangat penting karena keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama di mana anak-anak memperoleh asupan gizi dan perawatan.
Kader kesehatan berperan sebagai garda terdepan dalam mencegah stunting di masyarakat. Tugas dan tanggung jawab utamanya mencakup:
- Pendidik
Memberikan penjelasan sederhana kepada ibu dan keluarga tentang pentingnya gizi, kesehatan ibu dan anak, serta upaya pencegahan stunting kepada keluarga dan warga.
- Pendamping
Menemani ibu hamil, balita, dan keluarga dalam penerapan pola asuh dan perawatan yang tepat.
- Pemantau
Mengawasi pertumbuhan anak secara rutin dengan melakukan pengukuran berat serta tinggi badan.
- Penghubung
Mengaitkan masyarakat dengan layanan kesehatan dan membantu proses rujukan bagi kasus yang memerlukan penanganan lebih lanjut
- Pemberi motivasi
Mendorong serta memberi semangat kepada keluarga agar menerapkan pola hidup sehat dan mencukupi kebutuhan gizi anak.
- Pencatat dan Pelapor
Mengisi data terkait kesehatan dan gizi anak, kemudian menyampaikannya kepada pihak berwenang untuk keperluan evaluasi maupun tindak lanjut.
Dengan tujuan mencerdaskan kader kesehatan, dalam upaya pencegahan stunting, tim dosen dan mahasiswa Prodi Kebidanan Magelang, Poltekkes Kemenkes Semarang, melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Salam, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang.
Dengan penguatan peran kader dalam pencegahan stunting melalui pendidikan dan pendampingan keluarga.
Sasarannya adalah kader kesehatan, dengan tema “Kader Cerdas Stunting Tuntas”.
Kegiatan ini mendapat sambutan antusias dari kader kesehatan serta dukungan penuh dari perangkat desa.
Yaitu kepala dusun (kadus) dan Kepala Desa Salam. Kegiatan diawali dengan pemberian edukasi tentang stunting, peran kader dalam pencegahan stunting pada keluarga serta praktik pendampingan keluarga dalam upaya pencegahan stunting.
Hasil kegiatan pengabmas menunjukkan pengetahuan kader meningkat serta kader menyatakan siap menjadi pendamping keluarga dalam upaya menuntaskan kasus stunting di Indonesia.
Kader dan perangkat desa berharap, kegiatan pengabian masyarakat ini terus berlanjut, sehingga kader kesehatan semakin cerdas dan mampu menjadi pendamping keluarga yang mumpuni. Dan stunting benar-benar tuntas teratasi. Kader cerdas stunting tuntas. (web/lis)
* Dosen Prodi Kebidanan Magelang, Poltekkes Kemenkes Semarang
Editor : Lis Retno Wibowo