Advertisement
Advertisement
Advertisement

Guru Mendidik dengan Hati, Bukan Sekadar Nilai Rapor

H
Penulis: H. Arif Riyanto❯
Salma Fiddaraini, Mahasiswi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Untidar. (DOKUMEN PRIBADI)
Salma Fiddaraini, Mahasiswi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Untidar. (DOKUMEN PRIBADI)

Advertisement

Oleh: Salma Fiddaraini

RADARMAGELANG.ID--Di tengah tuntutan kurikulum yang semakin kompleks dan target capaian akademik yang terus meningkat, suasana ruang kelas perlahan mulai kehilangan esensinya.

Guru dituntut untuk menyelesaikan materi sesuai jadwal, memastikan seluruh kompetensi tercapai, serta memenuhi berbagai standar penilaian yang telah ditetapkan.

Advertisement

Fokus terhadap pencapaian angka dan hasil akademik sering kali menjadi prioritas utama dalam proses pembelajaran.

Namun, di balik semua tuntutan tersebut, terdapat satu aspek penting yang perlahan terabaikan, yaitu peran guru dalam mendidik dengan hati.

Padahal, pendidikan tidak hanya bertujuan menghasilkan siswa yang cerdas secara intelektual, tetapi juga membentuk manusia yang memiliki karakter, empati, dan nilai-nilai kehidupan yang kuat.

Advertisement

Fenomena ini melahirkan sebuah paradoks yang patut menjadi perhatian bersama.

Di satu sisi, sekolah berusaha mencetak peserta didik yang unggul dalam bidang akademik dan mampu meraih prestasi yang membanggakan. 

Namun, di sisi lain, tidak sedikit siswa yang mengalami kesulitan dalam menghadapi persoalan kehidupan sehari-hari yang memerlukan kejujuran, tanggung jawab, kedisiplinan, maupun empati terhadap sesama. 

Oleh karena itu, sudah saatnya guru memahami dan mengakui bahwa mengajar dan mendidik merupakan dua hal yang berbeda.

Advertisement

Artikel Terkait

Menghidupkan Budaya Literasi melalui Pendekatan 3H

Menghidupkan Budaya Literasi melalui Pendekatan 3H

Budaya literasi menjadi salah satu fondasi utama dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Namun, literasi di sekolah masih sering dipahami sebatas kegiatan membaca selama beberapa menit sebelum pembelajaran dimulai.

Pintar Saja Tak Cukup: Jadikan 'Heart' dalam Trilogi 3H sebagai Fondasi Pendidikan

Pintar Saja Tak Cukup: Jadikan 'Heart' dalam Trilogi 3H sebagai Fondasi Pendidikan

Nilai-nilai karakter harus menjadi bagian dari kebiasaan yang dilakukan setiap hari. Diperlukan pendekatan yang mampu menyentuh karakter peserta didik. yakni dengan konsep pendekatan 3H yang dicetuskan hari wahyono

Wali Kota Magelang Damar Prasetyono Menilai Masih Ada OPD Belum Klik dengan Lainnya

Wali Kota Magelang Damar Prasetyono Menilai Masih Ada OPD Belum Klik dengan Lainnya

Seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terima rapor dari Wali Kota Magelang Damar Prastyono, Senin (3/8/2026).

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer