RADARMAGELANG.ID, Wonosobo – Penanganan pascakebakaran hebat yang menghanguskan belasan rumah di Dusun Krajan, Desa Tieng, Kecamatan Kejajar, Wonosob terus bergerak cepat.
Hingga Senin (14/9/2026), fokus penanganan dipusatkan pada pemulihan kesehatan korban luka, pendataan ganti rugi, serta penyaluran logistik mendesak bagi 44 jiwa terdampak.
Kondisi korban luka bakar 54 persen, M. Afif Marzuki, 32, yang saat ini menjalani perawatan intensif di RSUD Setjonegoro Wonosobo dilaporkan terus dipantau secara ketat oleh tim medis.
Sementara itu, 15 kepala keluarga yang kehilangan tempat tinggal sementara ini ditampung di posko pengungsian serta kediaman kerabat terdekat.
Jajaran Polwan Polres Wonosobo bersama tim relawan meluncurkan program trauma healing berkelanjutan di lokasi pengungsian.
Baca Juga: Dua Bulan, 14 Kali Kebakaran Lahan Hutan di Wonosbo, 3,1 Hektare Lahan Hangus
Pendampingan psikologis difokuskan untuk memulihkan kecemasan, khususnya pada anak-anak dan lansia yang shock akibat kehilangan rumah mereka.
Wakapolres Wonosobo Kompol Nana Edi Sugito menegaskan kepolisian bersama instansi terkait tidak hanya hadir saat pemadaman, tetapi juga menjamin kebutuhan dasar korban terpenuhi selama masa tanggap darurat.
"Kami terus menerjunkan personel untuk mendampingi warga, baik dalam penyaluran bantuan logistik, pembersihan puing-puing sisa kebakaran, hingga pemulihan psikologis," ujarnya.
Kepala Desa Tieng, Farhan, menyampaikan terima kasih atas respons cepat tim gabungan dari Polres Wonosobo, BPBD, TNI, hingga para relawan.
Saat ini bantuan berupa bahan makanan pokok, pakaian pantas pakai, serta perengkapan tidur sudah mulai terdistribusi secara merata kepada para korban.
Kebakaran terjadi pada Sabtu (12/9/2026 pagi. Diduga karena korsleting listrik dari lantai dua rumah milik Khasoni.
Hembusan angin kencang khas kawasan dataran tinggi membuat api merembet cepat dan merusakkan 17 bangunan, dengan 11 rumah di antaranya ludes rata dengan tanah. (git/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo