RADARMAGELANG.ID, Wonosobo– Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) memuncak seiring musim kemarau panjang.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonosobo mencatat 14 kejadian karhutla terjadi pada periode 10 Juli hingga 6 September 2026, dengan total luas area terbakar mencapai 3,1272 hektare.
Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Wonosobo, Sabarno, mengonfirmasi frekuensi insiden kebakaran melonjak drastis pada bulan Agustus.
Dari belasan insiden tersebut, sasaran api bervariasi mulai dari area tempat pemakaman umum (TPU), sekitar pemukiman warga, hingga kawasan hutan pinus produktif.
"Sepanjang periode 10 Juli sampai 6 September ini ada 14 kejadian karhutla yang kami tangani.
Baca Juga: Hutan Pinus Perhutani Kalikajar Seluas 1,2 Hekhate Terbakar
Rinciannya, dua kejadian terjadi di bulan Juli, lonjakan signifikan ada di bulan Agustus dengan sepuluh kejadian, dan dua kejadian sisanya terjadi di awal September," kata Sabarno.
Berdasarkan data rekapitulasi TRC BPBD Wonosobo, kebakaran hutan dengan skala luas terjadi di kawasan Gunung Beser, Desa Kemiriombo, Kecamatan Kaliwiro, serta Blok Ngelis di Desa Mangunrejo, Kecamatan Kalikajar.
Kebakaran terluas tercatat pada 5 September lalu di kawasan hutan pinus petak 24.A RPH Kleseman, BKPH Wonosobo, Desa Wonosari, Kalikajar, yang menghanguskan lahan seluas 1,22 hektare.
Sehari setelahnya, yakni pada 6 September, insiden serupa membakar area Bukit Panongan di Dusun Penolih, Desa Suroyudan, Kecamatan Sukoharjo dengan luas terdampak mencapai 1 hektare.
"Kejadian kebakaran terluas memang melanda kawasan hutan pinus di wilayah Kalikajar dan Sukoharjo di awal September ini.
Namun, selain area hutan, lahan pemakaman umum seperti di TPU Honggoderpo, Jlegong Pagerkukuh, hingga Purna Mandala Bumireso juga berulang kali dilalap si jago merah," jelasnya.
Tingginya potensi karhutla di tengah kondisi cuaca kering, Sabarno mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada dan menghindari tindakan yang memicu munculnya titik api.
"Total luas lahan terbakar yang tercatat mencapai 3,1272 hektare. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta tidak melakukan pembakaran sampah atau pembersihan lahan tanpa pengawasan ketat," tegas Sabarno. (git/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo