Gasak Rp 700 Juta, Empat Perampok SPBU Selokromo Wonosobo Diringkus

Sigit Rahmanto • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 20:19 WIB
Kapolres Wonosobo AKBP Ricky Paripurna Atmaja bersama jajarannya menggelar kasus perampokan SPBU Selokromo, Leksono. (Sigit Rahmanto/Jawa Pos Radar Magelang)
Kapolres Wonosobo AKBP Ricky Paripurna Atmaja bersama jajarannya menggelar kasus perampokan SPBU Selokromo, Leksono. (Sigit Rahmanto/Jawa Pos Radar Magelang)

 

RADARMAGELANG.ID, Wonosobo – Pelarian kawanan perampok yang menggasak uang tunai Rp 700 juta di SPBU Selokromo, Kecamatan Leksono, akhirnya terhenti.

Dalam waktu tiga hari pascakejadian, tim gabungan Satreskrim Polres Wonosobo bersama Ditreskrimum Polda Jawa Tengah dan Bareskrim Polri berhasil membekuk empat dari enam pelaku.

Kapolres Wonosobo AKBP Ricky Paripurna Atmaja mengungkapkan, aksi pencurian dengan kekerasan (curas) tersebut terjadi pada Minggu (9/8/2026) malam sekitar pukul 23.30 WIB.

Berbekal penyelidikan berbasis scientific crime investigation dan analisis rekaman CCTV di sekitar TKP, petugas berhasil mengidentifikasi serta membekuk para tersangka yang semuanya berasal dari Jawa Tengah.

Baca Juga: Perampok Berpistol Sekap Petugas SPBU Selokromo Wonosobo, Gasak Ratusan Juta

"Empat pelaku yang sudah kami amankan berinisial AM, WH, AG, dan MR. Mereka memiliki peran yang sangat terstruktur dalam menjalankan aksinya," ujar AKBP Ricky Paripurna Atmaja saat konferensi pers di Mapolres Wonosobo, Jumat (14/8/2026).

Berdasarkan hasil pemeriksaan, perampokan ini telah dirancang secara matang sejak akhir Juli di sebuah rumah kos di wilayah Banjarnegara.

Dua hari sebelum eksekusi (H-2), para pelaku berkumpul kembali di sebuah bengkel di kawasan Leksono untuk menyusun strategi, menyewa mobil, hingga menutup stiker serta bodi kendaraan menggunakan skotlet hitam agar tidak teridentifikasi kamera pengawas.

Aksi kejahatan tersebut berjalan mulus lewat modus penyamaran. Salah satu pelaku mendatangi asisten supervisor SPBU dengan mengaku sebagai anggota Resmob yang sedang menyelidiki kasus begal.

"Saat korban membuka pintu dan menyalakan lampu, pelaku lain berinisial WH langsung menyekap korban. Sementara tersangka MR bertugas mengalihkan perhatian satpam agar tidak mendekati ruang brankas," beber Kapolres.

Di luar ruangan, tersangka AD memantau situasi sekitar menggunakan sepeda motor, AR bertindak sebagai sopir mobil pelarian, dan AG bersiap di bengkel.

Eksekusi tersebut berlangsung sangat singkat, yakni hanya sekitar 12 menit mulai pukul 23.25 WIB hingga 23.37 WIB.

"Meski para pelaku sempat mengambil dan membakar digital video recorder (DVR) CCTV di TKP, pergerakan mereka tetap terekam oleh kamera CCTV lain di sekitar lokasi," tegasnya.

Dari total kerugian Rp 700 juta, polisi berhasil mengamankan barang bukti uang tunai sebesar Rp 151 juta serta beberapa barang hasil kejahatan seperti HP dan dua unit sepeda motor (Yamaha NMAX dan Honda Beat).

Sebagian uang hasil rampokan telah digunakan para pelaku untuk keperluan pelarian dan membeli barang-barang tersebut.

Saat ini, pihak kepolisian masih mengejar dua pelaku lain yang bertindak sebagai otak kejahatan alias dalang yang merencanakan serta melatih para eksekutor.

AKBP Ricky memberikan peringatan keras kepada para buron yang telah teridentifikasi agar segera menyerahkan diri.

"Kami ingatkan kepada pelaku yang masih berkeliaran untuk menyerahkan diri. Jika tidak, atas nama undang-undang, kami akan melakukan tindakan tegas terukur. Tidak ada tempat bagi pelaku kejahatan di wilayah hukum Polres Wonosobo," pungkasnya.

Pihak kepolisian juga terus melakukan tracing aliran dana serta mendalami kemungkinan keterlibatan para tersangka dalam jaringan pencurian di TKP lain di luar wilayah Wonosobo maupun Jawa Tengah. (git/lis)

 

Editor : Lis Retno Wibowo
AKBP Ricky Pripurna Atmaja SPBU Selokromo empat pelaku diringkus Polres Wonosobo