RADARMAGELANG.ID, Wonosobo — Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Wonosobo terus menggalakkan pemeliharaan infrastruktur berbasis partisipasi masyarakat.
Melalui Program Gotong Royong Babat Beset (Go Babe), sebanyak 500 warga Desa Mlandi bersama 150 personel Dinas PUPR turun ke jalan membersihkan bahu jalan dan saluran drainase di sepanjang ruas Jalan Srikandi, Kecamatan Garung, Jumat (31/7/2026).
Baca Juga: Babat Beset : Strategi DPUPR Wonosobo Jaga Infrastruktur
Langkah masif ini ditujukan untuk mengamankan jalur vital pariwisata.
Ruas Jalan Srikandi merupakan akses utama menuju kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN) Dieng sekaligus objek wisata Curug Sikarim.
Saban hari, rute tersebut dipadati lalu lintas ratusan armada jeep wisata.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Wonosobo, Nurudin Ardiyanto, menegaskan bahwa aksi bersih-bersih ini mengusung spirit Nyawiji Makarti guna memperpanjang usia pakai infrastruktur jalan sekaligus meningkatkan kenyamanan para pengunjung.
"Hari ini (kemarin, Red) kami dari Dinas PUPR bersama warga Desa Mlandi melaksanakan gotong royong babat beset. Ini wujud nyata memelihara fasilitas publik agar tetap awet dan memanjakan wisatawan," tegas Nurudin di sela-sela kegiatan.
Aksi gotong royong bergilir setiap hari Jumat ini telah memasuki titik kedelapan dari rangkaian program daerah.
Dinas PUPR sengaja menerjunkan seluruh jajaran yang dimulai dari staf administrasi hingga pejabat fungsional untuk memantik kesadaran serta rasa memiliki kepekaan masyarakat terhadap fasilitas umum.
Pengelolaan drainase yang optimal dinilai krusial untuk mencegah genangan air dan penumpukan sampah yang kerap menjadi pemicu utama kerusakan dini pada badan jalan, terutama di tengah keterbatasan anggaran pemeliharaan daerah.
Tidak sekadar menjaga ketahanan fisik jalan, program Go Babe terbukti mampu menstimulasi perekonomian lokal.
Di beberapa wilayah lain, seperti Kecamatan Kertek, area jalan yang terawat kini dimanfaatkan warga sebagai lokasi car free day (CFD) dan pusat kegiatan ekonomi baru.
"Harapannya, infrastruktur yang kita bangun tidak berhenti pada output fisik saja, tetapi memberikan dampak sosial-ekonomi yang nyata bagi masyarakat," pungkas Nurudin. (git/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo