MPLS Sekolaj Rakyat Terintegrasi Wonosobo Dimulai, Harapan Baru bagi 330 Siswa 

Sigit Rahmanto • Dipublikasikan Minggu, 2 Agustus 2026 | 17:10 WIB
Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono berbincang dengan anak-anak Sekolah Rakyat Terintegrasi I Wonosobo, Jumat (31/7/2027)
Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono berbincang dengan anak-anak Sekolah Rakyat Terintegrasi I Wonosobo, Jumat (31/7/2026).

RADARMAGELANG.ID, Wonosobo —Pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah dan Asrama (MPLS) Sekolah Rakyat Kabupaten Wonosobo, Jumat (31/7/2026) diwarnai isak tangis orang tua.

Mereka terharu, anaknya bisa mengenyam pendidikan tanpa biaya. 

Selah satunya adalah Tri Murniyati, orang tua siswa yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tani.

 Ia orang tua tunggal yang menanggung lima anggota keluarga dengan penghasilan Rp700 ribu per bulan.

Baca Juga: Pembangunan Sekolah Rakyat Rowosari Semarang Capai 90 Persen, Kuota SD Belum Terpenuhi

Dengan kondisinya, Tri mengaku nyaris putus harapan untuk dapat menyekolahkan anaknya hingga jenjang yang lebih tinggi.

Dengan mata berkaca-kaca, ia menyampaikan rasa syukurnya karena sang putra, Muhammad Daud, diterima di Sekolah Rakyat.

“Kami sangat bersyukur. Terima kasih kepada Bapak Presiden dan semua pihak yang sudah menghadirkan Sekolah Rakyat. Melalui kesempatan ini, anak-anak kami tetap bisa meraih cita-cita dan memiliki masa depan yang lebih baik,” tutur Tri menahan tangis.

Harapan serupa juga disampaikan Turmudi, seorang buruh tani dengan penghasilan tidak menentu.

Menurutnya, program tersebut sangat membantu keluarga kecil seperti dirinya yang kesulitan memenuhi biaya pendidikan.

“Semoga anak-anak kami bisa belajar dengan baik, menjadi pintar, dan memiliki kehidupan yang lebih baik dari pada orang tuanya,” harap Turmudi.

Pada tahun ajaran 2026/2027 ini, Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Wonosobo menerima 330 siswa.

Sebanyak 270 siswa berasal dari Kabupaten Wonosobo.

 Terdiri dari 30 siswa jenjang SD, 120 siswa SMP, dan 120 siswa SMA. Selain itu, 60 siswa dari Kabupaten Temanggung.

Ditambah 100 siswa yang telah lebih dahulu mengikuti Sekolah Rakyat Rintisan pada tahun sebelumnya.

Total jumlah peserta didik mencapai 430 anak.

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menegaskan Sekolah Rakyat merupakan ikhtiar negara untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi melalui pendidikan. 

“Sekolah Rakyat hadir untuk membangun harapan bagi saudara-saudara kita yang kurang mampu.

Mereka yang tadinya merasa tidak punya harapan karena keterbatasan ekonomi, kini memiliki keyakinan bahwa anak-anak mereka tetap bisa bersekolah dan meraih cita-cita,” ujar Agus Jabo dalam pembukaan MPLS Sekolah Rakyat tahun ajaran 2026/2027.

Pembukaan MPLS  juga dihadiri Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat, Wakil Bupati Wonosobo Amir Husein, Wakil Bupati Temanggung Nadia Muna, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah Imam Maskur, jajaran forkopimda, serta sejumlah pejabat terkait lainnya.

Sementara itu, Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat menjelaskan program Sekolah Rakyat di Wonosobo telah dimulai sejak 2025.

Melalui penyelenggaraan Sekolah Rakyat Rintisan di Balai Latihan Kerja Wonosobo yang melayani 100 peserta didik. (rls/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
sekolah rakyat terintegrasi 1 pembukaan MPLS sekolah rakyat harapan baru Agus Jabo Priyono