CFD Jalur Lingkar Selatan Kertek Wonosobo Jadi Pusat Keramaian Baru

Sigit Rahmanto • Dipublikasikan Minggu, 19 Juli 2026 | 22:06 WIB
Bupati Afif Nurhidayat menari dalam peluncuran CFD di Jalur Lingkar Sekatan Kertek, Minggu (19/7/2026). Keberadaan CFD sebagai pemerataan ekonomi. (Istimewa)
Bupati Afif Nurhidayat menari dalam peluncuran CFD di Jalur Lingkar Sekatan Kertek, Minggu (19/7/2026). Keberadaan CFD sebagai pemerataan ekonomi. (Istimewa)



RADARMAGELANG.ID, Wonosobo  — Upaya pemerataan ekonomi dan penyediaan ruang publik baru di wilayah penyangga Kabupaten Wonosobo terus digenjot. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonosobo bersama Paguyuban Kertek Keren meluncurkan car free day (CFD) di Jalan Lingkar Selatan Kertek, Minggu (19/7/2026).
Dipusatkan di Lapangan Jambearum, Kelurahan Kertek, kehadiran CFD diproyeksikan menjadi alun-alun baru sekaligus motor penggerak ekonomi di wilayah barat Wonosobo.
Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat menyatakan, CFD ini merupakan wujud kolaborasi konkret antara pemerintah dan masyarakat dalam mengoptimalkan infrastruktur daerah.

Baca Juga: Mudik Lebaran, Jalur Lingkar Selatan Pemecah Kemacetan di Wilayah Kertek Wonosobo

Jalur Lingkar Selatan Kertek yang belum lama diresmikan, kini tidak hanya berfungsi sebagai jalur alternatif pengurai kemacetan, melainkan juga bertransformasi sebagai pusat perputaran ekonomi baru.
"Alhamdulillah, berkat dukungan masyarakat Kertek, jalan dan jembatan di jalur lingkar ini selesai dibangun. Hari ini (kemarin, Red) kita launching CFD untuk mengoptimalkan potensi tersebut agar menjadi penopang ekonomi warga," ujar Afif.
Pemkab berkomitmen akan melakukan penataan ruang di kawasan tersebut secara bertahap. Sejumlah fasilitas pendukung mulai dari area parkir, lampu penerangan jalan umum (PJU), tata ruang pelaku UMKM, hingga sarana publik lainnya bakal disiapkan. 
Sebagai langkah awal intervensi estetik, pemkab menyalurkan bantuan payung dagang kepada para pelaku usaha agar kawasan tersebut lebih rapi dan tertata.
Geliat ekonomi pada gelaran perdana ini terhitung fantastis. Ketua Paguyuban Kertek Keren, Agung Joko Waskito menyebutkan, ada 270 pelaku UMKM yang langsung mengambil bagian dalam CFD perdana. Estimasi perputaran uang dalam satu kali pelaksanaan CFD diklaim menembus angka Rp 120 juta hingga Rp 150 juta.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Wonosobo, Nurudin Ardiyanto menjelaskan, pemanfaatan CFD ini menggunakan ruas Jalan Lingkar Selatan sepanjang kurang lebih satu kilometer setiap hari Minggu pagi. Ruas jalan ini sebelumnya diresmikan menjelang Hari Raya Idulfitri lalu.
"Ke depan, kawasan ini memang didesain secara bertahap untuk menjadi pusat keramaian atau semacam Alun-alun Kecamatan Kertek. Kami berharap ini bukan sekadar euforia sesaat, tapi menjadi ruang publik berkelanjutan yang memperkuat modal sosial dan ekonomi lokal," terang Nurudin.
Peluncuran CFD disambut antusias oleh ribuan warga yang memadati kawasan sejak pagi untuk berolahraga dan berburu kuliner. Suasana kian semarak dengan adanya atraksi balon udara khas Wonosobo yang menghiasi langit Kertek. (git/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo
CFD Jalur lingkar selatan kertek keramaian baru geliat ekonomi paguyuban kertek keren BUpati Wonosobo afif Nurhidayat