RADARMAGELANG.ID, Wonosobo – Gejolak internal yang melanda Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Wonosobo berlanjut.
Kali ini, giliran sejumlah kader bersama Satuan Tugas (Satgas) Gerakan Pemuda Ka'bah (GPK) nekat menyegel kantor DPC PPP setempat yang berada di Jalan A. Yani, Sapen, Wonosobo.
Menurut Satgas GPK PPP Wonosobo, Ahmad Albar, aksi ini dipicu oleh kekecewaan mendalam atas terbitnya surat keputusan (SK) kepengurusan baru dari DPP PPP.
Pasalnya, struktur kepengurusan yang direstui pusat tersebut dinilai cacat prosedur karena tidak mengakomodasi hasil kesepakatan tim formatur dalam musyawarah cabang (Muscab) yang digelar beberapa waktu lalu.
"Atas kekecewaan itu, kami sebagai kader yang ada di bawah mengaku kecewa dengan keputusan sepihak yang dilakukan oleh DPP ini," keluhnya saat dikonfirmasi, Rabu (17/6/2026).
Diinformasikan sebelumnya, sesuai hasil Muscab, tim formatur telah mufakat menetapkan KH Khairullah Al Mujtaba untuk menakhodai DPC PPP Wonosobo periode 2026–2031.
Namun, secara mengejutkan, DPP PPP justru menerbitkan SK yang menunjuk Muhammad Farid, mantan anggota DPRD sekaligus pengurus DPC PPP, sebagai Ketua DPC PPP Wonosobo yang baru.
Baca Juga: 15 PAC Tolak Surat Keputusan DPP Terkait Kepengurusan Baru DPC Wonosobo
Atas dasar SK itu, perwakilan dari 15 Pengurus Anak Cabang (PAC) sempat datang ke kantor DPP di Jakarta untuk mengadukan persoalan ini. Namun sampai saat ini tidak juga muncul perubahan yang berarti.
"Ini sebagai aksi lanjutan dari ikhtiar teman-teman PAC beberapa waktu lalu yang sempat mengadukan aspirasinya," ungkapnya.
Pantauan di lokasi, penyegelan dilakukan secara total ini telah memasuki hari ketiga sejak Senin (15/6/2026).
Massa menggembok pintu gerbang utama menggunakan rantai besi dan kunci khusus, sehingga melumpuhkan seluruh aktivitas di sekretariat partai berlogo Kakbah tersebut.
"Kita tugaskan kader dan satgas untuk terus stand by di lokasi agar siapapun tidak boleh masuk di lokasi sebelum ada perubahan struktur yang dilakukan oleh DPP," ujarnya.
Ia menegaskan aksi ini merupakan representasi dari penolakan keras arus bawah terhadap kepemimpinan Muhammad Farid yang dinilai tidak legitimasi.
"SK DPP tidak sesuai dengan aspirasi PAC (Pengurus Anak Cabang) PPP di Wonosobo. Jika tidak ada perubahan SK, penyegelan Kantor DPC PPP Wonosobo akan kami lakukan sampai setelah pelaksanaan Pemilu 2029 nanti," cetusnya.
Hingga berita ini ditulis, konflik dualisme kepemimpinan dan penyegelan kantor parpol berlambang Kakbah di Wonosobo tersebut masih terus bergulir dan menunggu respons resmi dari pihak DPP maupun pengurus terpilih versi SK pusat. (git/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo