Advertisement
Advertisement
Advertisement

Optimalisasi Program SPM Butuh Kekompakan Eksekutif dan Legislatif 

P
Penulis: Puput Puspitasari❯
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono gelar coffee morning bersama legislatif,di IKM Center. (PUPUT PUSPITASARI/JAWA POS RADAR MAGELANG)
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono gelar coffee morning bersama legislatif,di IKM Center. (PUPUT PUSPITASARI/JAWA POS RADAR MAGELANG)

Advertisement

RADARMAGELANG.ID, Magelang – Wali Kota Magelang Damar Prasetyono terus bergerak membangun kekompakan dengan legislatif melalui agenda santai, dikemas ala coffee morning.

Pertemuan strategis ini ditempuh untuk memastikan program-program yang berkaitan dengan standar pelayanan minimum (SPM) di Kota Magelang berjalan optimal, walau dalam keadaan diet anggaran.

Damar menyadari, tantangan tata kelola pemerintahan saat ini harus dihadapi bersama. Keharmonisan antara eksekutif dan legislatif dinilai menjadi kunci keberhasilan untuk mengawal kebijakan publik, agar tetap berpihak pada kepentingan masyarakat.

Advertisement

“Tujuan pertemuan ini, bagaimana sinergi, kolaborasi antara eksekutif dan legislatif bisa seiring sejalan, karena masyarakat memahami pemerintahan itu ya ada eksekutif, ya ada legislatif,” akunya, di Aula IKM Center, Senin (15/6/2026).

Damar menyebut, kondisi krusial di mana ruang fiskal menjadi begitu terbatas, perlu dipikirkan formulasi yang tepat agar program-program yang berkaitan dengan SPM tidak terganggu. Pelayanan dasar adalah prioritas. “Saya minta, agar program SPM tidak diotak-atik. Saya minta dewan mendukung, mendorong supa 6 program SPM di 2027 itu bisa berjalan clear. Karena pelayanan dasar minimal itu wajib hukumnya,” tandasnya.

Keenam program SPM itu menyangkut kesehatan, pendidikan, sosial, pekerjaan umum, perumahan rakyat, serta ketentraman dan ketertiban umum. “Program tersebut saling berkorelasi,” imbuhnya.

Advertisement

Melihat kepentingan SPM bermanfaat untuk masyarakat luas, Damar menginstruksikan kegiatan pemerintahan harus berdasarkan skala prioritas : memetakan kebutuhan primer, sekunder, tersier. Bahkan kegiatan yang terlalu membuang anggaran untuk ditiadakan.

“Bisa dilihat, kegiatan seremonial sangat jarang. Kegiatan itu (seremonial) betul-betul kita drop, dan kegiatan yang masih bisa ditunda atau dihilangkan, ya kita hilangkan saja,” akunya. (put)

Advertisement

Artikel Terkait

Izin TPSA Banyuurip Magelang Diperpanjang

Izin TPSA Banyuurip Magelang Diperpanjang

Pemerintah Kabupaten Magelang memberikan kelonggaran kepada Pemkot Magelang atas pemanfaatan lahan di Kecamatan Tegalrejo untuk TPSA Banyuurip.

Merawat Marwah Kemerdekaan dengan Semangat Persatuan

Merawat Marwah Kemerdekaan dengan Semangat Persatuan

DPRD Kota Magelang menegaskan komitmennya untuk terus memantau dan mengevaluasi efektivitas program pembangunan daerah agar dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat.

Tata Kelola Pemkot Magelang Dinilai Bersih, Peringkat III dengan Kinerja Pengawasan Terbaik 

Tata Kelola Pemkot Magelang Dinilai Bersih, Peringkat III dengan Kinerja Pengawasan Terbaik 

Provinsi Jawa Tengah menilai Pemkot Magelang melaksanakan tata kelola pemerintahan yang baik, bersih, transparan, dan akuntabel.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer