RADARMAGELANG.ID, Wonosobo— Antrean kendaraan bermotor mengular hingga ke luar area Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Sidojoyo, Wonosobo, Senin (15/6/2026).
Ratusan pengendara roda dua dan roda empat mengantre Pertalite.
Pemandangan serupa juga terjadi di sejumlah titik pengisian bahan bakar lainnya di Wonosobo.
Pemicunya tak lain karena adanya migrasi konsumen pasca-kenaikan harga Pertamax secara nasional.
Baca Juga: BBM Nonsubsidi Naik, Ahmad Luthfi Antisipasi Cegah Harga Pangan Ikut Melambung
Slamet, 42, salah seorang warga yang ditemui di SPBU Sidojoyo, hanya bisa menatap nanar tangki motornya yang menipis.
Setelah menghabiskan waktu hampir satu jam menunggu antrean yang mengular, ia harus menerima kenyataan pahit.
Petugas SPBU memasang papan petunjuk bertuliskan “Pertalite Habis”.
"Kecewa sekali. Sudah antre panjang, keringatan, tahu-tahu habis di depan mata. Mau tidak mau saya terpaksa beli Pertamax yang jauh lebih mahal.
Kalau tidak beli, saya tidak bisa pulang hari ini. Ini namanya dipaksa beli yang mahal," keluhnya.
Masyarakat yang sebelumnya berada di zona mampu membeli Pertamax, berbondong-bondong turun kelas memburu Pertalite demi mengamankan sisa pos anggaran dapur mereka.
Akibatnya, kuota Pertalite di tingkat daerah yang dasarnya sudah dibatasi, langsung tersedot dalam waktu singkat.
Hingga Senin sore, pasokan Pertalite di beberapa SPBU strategis Wonosobo terpantau fluktuatif dan cenderung cepat habis.
Jika manajemen distribusi dan pengendalian kuota tidak segera dievaluasi, pemandangan ular besi di SPBU-SPBU Wonosobo dikhawatirkan akan menjadi menu harian yang memicu inflasi lokal serta menurunkan daya beli masyarakat secara masif.
Terkait antrean tersebut, Doni penanggung jawab SPBU Sidojoyo menyampaikan bahwa antrean yang terjadi di SPBU Sidojoyo Wonosobo itu adalah antrean yang wajar, khususnya di jam-jam sibuk.
"Di SPBU kami tidak pernah ada orang antre atau antrean panjang yang di situ kemudian kehabisan. Stok SPBU Sidojoyo Wonosobo sampai saat ini sangat aman sekali. Baik BBM bersubsidi maupun nonsubsidi.
Dan perlu kami sampaikan bahwasanya di SPBU kami tidak ada plang yang menyatakan bahwasanya Pertalite itu habis" ungkapnya.
Dia tegaskan, bahwasanya untuk stok Pertalite khususnya di wilayah Kabupaten Wonosobo sampai saat ini masih sangat aman sekali.
"Antrean-antrean yang terjadi adalah antrean yang wajar memang. Khususnya di jam-jam sibuk di pengguna roda dua maupun di pengguna roda empat yang menggunakan BBM bersubsidi," imbuhnya. (git/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo