RADARMAGELANG.ID, Wonosobo – Skuad Persega FC Garung sukses menuntaskan dahaga juara.
Melakoni laga sarat gengsi dalam partai final Open Tournament Sepak Bola Afif Husein Cup 2026, tim Kecamatan Garung tersebut berhasil membungkam rivalnya, Candra Muda FC Tegalsari. Dengan skor meyakinkan 2-0 di Lapangan Dawuhan, Desa Kayugiyang, Minggu (31/5/2026).
Sejak peluit babak pertama dibunyikan pada pukul 16.00, kedua tim langsung memperagakan permainan terbuka.
Tensi tinggi khas partai puncak begitu terasa di dalam lapangan. Jual beli serangan tersaji di hadapan ribuan pasang mata yang memadati tribun Lapangan Dawuhan.
Namun, efektivitas penyelesaian akhir menjadi pembeda. Persega FC yang tampil lebih klinis sukses menyarangkan dua gol ke gawang Candra Muda FC sekaligus mengunci gelar kampiun.
Hadir di tengah lautan penonton, Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat mengaku bangga melihat antusiasme yang begitu besar. Menurutnya, turnamen seperti ini menjadi panggung penting bagi kebangkitan sepak bola di daerah.
"Luar biasa, atmosfer final hari ini menunjukkan bahwa bakat-bakat sepak bola di Wonosobo sangat potensial.
Kami berharap turnamen ini bisa terus menumbuhkan sportivitas dan memunculkan bibit pemain muda yang kelak bisa membawa nama Wonosobo ke tingkat yang lebih tinggi," ujar Afif dalam sambutannya.
Bagi Afif, turnamen ini bukan sekadar urusan menang atau kalah di lapangan hijau, melainkan pesta rakyat yang berhasil menggerakkan roda ekonomi hilir di Kecamatan Garung.
"Saya melihat perputaran ekonomi di sekitar Lapangan Dawuhan ini luar biasa selama turnamen berjalan.
Pedagang kecil, UMKM, semuanya kecipratan berkah. Inilah esensi utama dari piala ini, memadukan hiburan rakyat yang sehat sekaligus menghidupkan ekonomi lokal," tegas Afif di sela-sela prosesi penyerahan trofi.
Rivalitas panas di atas rumput hijau untungnya tidak menjalar ke tribun penonton. Atmosfer laga memuncak, namun situasi tetap kondusif hingga prosesi penyerahan trofi selesai.
Kondisi ini tak lepas dari ketatnya barikade pengamanan. Polres Wonosobo bahkan menerjunkan ratusan personel yang dipimpin langsung oleh Kapolres Wonosobo AKBP M. Kasim Akbar Bantilan.
Sejak sebelum laga dimulai, petugas sudah melakukan skrining ketat di pintu masuk untuk mengantisipasi barang bawaan berbahaya.
"Kami mengapresiasi seluruh pihak, baik pemain, ofisial, hingga suporter kedua tim yang telah menjaga ketertiban. Final berjalan lancar, aman, dan penuh sportivitas," ungkap Kapolres Wonosobo AKBP M. Kasim Akbar Bantilan.
Skema pengamanan ketat memang diberlakukan guna mengawal jalannya laga krusial ini.
Mulai dari sterilisasi area parkir, tribun, hingga pengawalan melekat terhadap suporter, pemain, dan perangkat pertandingan saat kedatangan hingga kepulangan dari stadion mini di lereng Gunung Dieng tersebut. (git/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo