RADARMAGELANG.ID, Wonosobo—Ikhtiar membangun ekosistem sinema di daerah terus digelorakan. Kali ini, puluhan pelajar dari berbagai sekolah di Kabupaten Wonosobo digembleng dalam workshop produksi film bertajuk Film Lab Layar Seasri.
Kegiatan ini dibidik menjadi pemantik lahirnya embrio-embrio sineas lokal yang adaptif dan kreatif dari bangku sekolah.
Festival Director Festival Film Layar Seasri Moh Alvi menjelaskan, kegiatan yang diinisiasi oleh Sekitar Kita Kreativa ini memang sengaja menyasar generasi muda.
Tujuannya, membangun fondasi ekosistem film yang sehat, mandiri, dan berkelanjutan di Wonosobo.
"Wonosobo punya potensi cerita yang luar biasa, tapi wadah untuk memprosesnya menjadi karya film masih minim. Melalui Film Lab ini, kami fokus pada edukasi. Kami ingin anak-anak tidak sekadar jadi penonton, tapi menjadi penggerak yang melahirkan embrio film dengan pendampingan mentor profesional," ujar Alvi, Jumat (29/5/2026).
Sebanyak 40 pelajar tampak antusias membedah dunia sinematografi. Mereka berasal dari SMK Negeri 1 Wonosobo, MAN 1 Wonosobo, MAN 2 Wonosobo, SMA Takhasus Al-Quran, hingga keterlibatan inspiratif dari siswa SLB Dena Upakara.
Di awal, para peserta dicekoki materi fundamental produksi film. Mulai dari tahapan pra-produksi, bedah ide, penulisan naskah skenario, hingga penyusunan shotlist.
Tak hanya itu, mereka langsung diterjunkan ke lapangan untuk proses syuting (produksi), dan dipungkasi dengan proses editing, screening, serta evaluasi di hari terakhir.
Alvi menambahkan, dari total empat film yang berhasil diproduksi selama pelatihan, seluruh tim diberikan kesempatan melakukan penyuntingan ulang atau bahkan produksi ulang (remake) dalam kurun waktu satu bulan.
Langkah ini diambil agar karya mereka benar-benar matang sebelum dilempar ke publik. "Kami tidak ingin ini jadi proyek instan yang selesai dalam empat hari lalu dilupakan. Makanya, kami beri waktu satu bulan untuk perbaikan. Nantinya, film-film mereka akan dikurasi ketat untuk ditayangkan dalam festival utama, yakni Festival Layar Seasri pada Agustus mendatang," imbuhnya.
Lebih jauh, Sekitar Kita Kreativa berkomitmen menjaga keberlanjutan (sustainability) karya para pelajar ini.
Pihaknya siap menjembatani distribusi film-film pendek karya siswa Wonosobo tersebut ke panggung festival film yang lebih luas.
"Target jangka panjangnya, karya mereka harus bisa berbicara di festival film, baik tingkat nasional maupun internasional. Kami ingin membuktikan bahwa pelajar dari daerah seperti Wonosobo pun punya daya saing global. Kami berharap mereka terus konsisten berkarya agar regenerasi sineas baru di sini tidak terputus," tegas Alvi.
Geliat positif ini dirasakan langsung oleh salah satu peserta, Asif Novan. Siswa MAN 2 Wonosobo ini mengaku mendapat pengalaman berharga yang tidak ditemukan di bangku sekolah formal.
Kerja tim dalam memproduksi film membuatnya paham dinamika industri kreatif yang sebenarnya.
"Seru sekali dan sangat menantang. Selama ini kami hanya tahu nonton atau bikin video pendek biasa, tapi di sini kami belajar dari nol bagaimana mematangkan konsep dan mengulik ide yang benar.
Begitu praktik syuting bersama teman-teman, rasanya langsung beda karena teori dari narasumber bisa langsung diterapkan.
Kami berencana memaksimalkan waktu satu bulan ini untuk editing ulang agar film kami nanti benar-benar layak dinikmati penonton di festival," tandas Asif optimistis. (git/aro)
Editor : Lis Retno Wibowo