RADARMAGELANG.ID, Wonosobo —Lebih dari 27 ribu muslim dari berbagai penjuru daerah hingga mancanegara memadati Lapangan Dusun Garung, Desa Butuh, Kecamatan Kalikajar, Rabu pagi (27/5/2026).
Mereka ingin merasakan kekhusyukan salat Idul Adha di salah satu lanskap alam tercantik di Indonesia itu.
Lokasi lapangan yang diapit dua gunung : Sumbing dan Sindoro, menjadi magnet jemaah.
Fenomena ini membuat area pelaksanaan salat menyerupai lautan manusia sejak fajar belum menyingsing.
Gelombang kedatangan manusia mulai memadati lokasi sejak pukul 02.00.
Akibatnya, lapangan penuh sesak dalam waktu singkat.
Jemaah yang tidak tertampung terpaksa menggelar sajadah di sepanjang bahu jalan dusun hingga sejauh 500 meter.
"Prediksi awal kami akan ramai, namun realisasinya di luar dugaan. Area saf sampai meluap setengah kilometer ke jalan-jalan desa," ujar Kepala Desa Butuh, Dzikroni, Rabu (27/5/2026).
Jemaah yang hadir tidak hanya warga lokal Wonosobo atau Jawa Tengah saja.
Ribuan di antaranya berasal dari Jambi, Kalimantan, dan Sulawesi.
Bahkan, perhelatan tahun ini juga dihadiri oleh jemaah dari Malaysia.
Supriyadi, jemaah asal Jakarta, mengaku rela menempuh perjalanan jauh dan bersiap sejak dini hari demi mengejar momentum langka ini.
"Sengaja datang karena ingin merasakan atmosfer salat Id di antara dua gunung. Dinginnya luar biasa, tapi terbayar dengan pemandangan dan kekhusyukan ibadahnya," ungkapnya.
Untuk mengantisipasi bludakan jemaah yang datang dari luar kota sejak malam hari, warga Dusun Garung secara swadaya membuka rumah-rumah mereka untuk dijadikan tempat transit dan penginapan gratis.
Panitia juga mencatat kesuksesan manajemen logistik di lapangan. Usai salat, skema pembagian konsumsi berjalan tertib.
Sebanyak 1.447 porsi nasi megono khas Wonosobo yang jumlahnya disesuaikan dengan angka tahun Hijriah serta 3.000 tempe kemul hangat habis dibagikan kepada jemaah sebagai jamuan penutup. (git/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo