Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Cegah Longsor Sekaligus Konservasi Tanah Air, Jalur Lingkar Sumbing Dihijaukan

Lis Retno Wibowo • Kamis, 21 Mei 2026 | 14:48 WIB
Bagian Perekonomian Setda Wonosobo bersama sejumlah komunitas dan pegiat lingkungan menanam pohon damar di Jalur Lingkar Sumbing (Jalisu) Dusun Cenglok, Desa Butuh, Kecamatan Kalikajar, Rabu (20/5/2026). (Istimewa)
Bagian Perekonomian Setda Wonosobo bersama sejumlah komunitas dan pegiat lingkungan menanam pohon damar di Jalur Lingkar Sumbing (Jalisu) Dusun Cenglok, Desa Butuh, Kecamatan Kalikajar, Rabu (20/5/2026). (Istimewa)

RADARMAGELANG.ID, Wonosobo– Bagian Perekonomian Setda Kabupaten Wonosobo bersama sejumlah komunitas dan pegiat lingkungan menanam pohon damar. 

Kawasan yang ditanami di Jalur Lingkar Sumbing (Jalisu) Dusun Cenglok, Desa Butuh, Kecamatan Kalikajar, Rabu (20/5/2026). 

Sebanyak 200 bibit pohon damar bantuan dari BPDAS Serayu Opak Progo disiapkan untuk ditanam bersama Komunitas Tanpa Nama, Relawan Penanggulangan Bencana (RPB), Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Serayu Opak Progo, Forkopimcam Kalikajar, serta sejumlah pegiat lingkungan.

Baca Juga: Jalisu Tekan Risiko Kecelakaan di Jalur Tengkorak Kertek

Pada tahap awal, dilakukan penanaman simbolis 25 pohon. Sisanya akan ditanam bertahap pada musim tanam berikutnya pada Oktober hingga Maret 2027.

Penghijauan merupakan upaya menjaga keseimbangan lingkungan di kawasan jalur baru Jalisu yang berkembang sebagai akses strategis penunjang perekonomian sekaligus kawasan wisata alam pegunungan.

Camat Kalikajar, Hermawan Animoro menegaskan pembangunan infrastruktur harus tetap diiringi dengan komitmen pelestarian lingkungan agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara berkelanjutan.

“Jalan baru ini diharapkan menjadi salah satu pendongkrak perekonomian masyarakat sekitar karena mempermudah distribusi hasil pertanian dan akses warga. Jangan sampai dengan adanya pembukaan jalan Jalisu ini justru merusak lingkungan. Karena itu, kelestarian alam di sekitarnya harus tetap dijaga,” ujarnya.

Menurut Hermawan, penanaman pohon di sepanjang Jalisu memiliki fungsi penting sebagai konservasi tanah dan air, sekaligus langkah mitigasi terhadap potensi longsor di sejumlah titik rawan di kawasan tersebut.

Ia berharap konservasi serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan agar keberadaan Jalisu tidak kehilangan esensinya sebagai kawasan wisata alam yang lestari dan dapat dinikmati hingga generasi mendatang.

Sementara itu Ketua Komunitas Tanpa Nama Wonosobo, Sriono Edy Subekti, menyampaikan, penghijauan merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap kondisi lingkungan di kawasan lereng pegunungan. Khususnya terkait ancaman berkurangnya debit sumber mata air.

Ia menjelaskan, gerakan komunitas yang dipimpinnya lahir dari keresahan terhadap kondisi lingkungan di wilayah hulu yang dari tahun ke tahun mengalami penurunan kualitas dan debit air.

“Kalau tidak ada upaya penyelamatan, kami khawatir ke depan terjadi krisis air bersih di wilayah sekitar,”ungkapnya.

Komunitas Tanpa Nama sendiri secara rutin melaksanakan kegiatan konservasi setiap pekan.

Mulai dari penanaman hingga perawatan pohon, seperti beringin, gondang, manglit, kantil, hingga bambu betung.

Dengan lokasi penanaman di sejumlah wilayah resapan air di Kecamatan Kalikajar.

Khusus di kawasan Jalisu, pihaknya memilih fokus menanam pohon damar karena dinilai sesuai dengan karakter kawasan dan tidak mengganggu lahan pertanian warga di kanan kiri jalan.

“Kami memilih damar karena percabangannya tidak terlalu rindang sehingga tidak mengganggu lahan pertanian masyarakat. Selain itu, damar juga memiliki akar yang kuat untuk membantu mengikat tanah dan air,” jelas Sriono.

Ia menyebutkan, kegiatan penanaman kali ini merupakan kali ketiga yang dilakukan di kawasan Jalisu.

Sebelumnya, komunitas tersebut telah menanam 100 pohon damar di lokasi yang sama. Dengan tambahan 200 bibit pada tahun ini, total pohon damar yang akan ditanam di kawasan Jalisu mencapai 300 batang.

“Yang terpenting bukan hanya menanam, tetapi bagaimana memastikan pohon itu hidup dan dirawat. Teman-teman Tanpa Nama memiliki komitmen bahwa setiap tanaman yang sudah ditanam harus dijaga dan dipastikan selamat,”tegasnya.

Selain sebagai upaya penghijauan, keberadaan vegetasi di sepanjang Jalisu juga diharapkan mampu memperkuat struktur tanah di kawasan rawan longsor sekaligus menjaga keberlanjutan fungsi ekologis daerah pegunungan. (rls/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#dongkrak ekonomi #jalan lingkar sumbing (jalisu) #camat kalikajar Hermawan Animoro #konservasi tanah dan air #penghijauan