RADARMAGELANG.ID, Wonosobo — Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Wonosobo akhirnya angkat bicara terkait aksi swadaya warga Desa Tlogo, Kecamatan Sukoharjo, yang melakukan pengecoran ruas Jalan Manggis-Tlogogudang secara mandiri.
DPUPR mengaku akan membantu material semen untuk penanganan jalan yang rusak parah tersebut.
Baca Juga: Puluhan Tahun Rusak, Warga Watumalang Wonosobo Tanam Pisang di Jalan
Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Kabupaten Wonosobo, Edi Hartono, mengatakan bantuan akan diberikan dalam waktu dekat.
Namun, ia menyebut keterbatasan anggaran membuat penanganan belum bisa dilakukan secara menyeluruh.
“Dalam waktu dekat akan kita bantu semen. Karena keterbatasan anggaran sementara baru bisa menangani titik itu,” kata Edi Hartono saat dikonfirmasi, Senin (11/5/2026).
Pernyataan itu muncul setelah warga Desa Tlogo ramai-ramai melakukan pengecoran jalan secara gotong-royong pada Minggu (10/5/2026). Jalan kabupaten yang menjadi akses penghubung antarwilayah di Kecamatan Sukoharjo itu disebut sudah sekitar 10 tahun tidak mendapat pembangunan permanen.
Tokoh masyarakat Desa Tlogo, Nuryanto, mengatakan kondisi jalan yang rusak selama bertahun-tahun membuat warga akhirnya memilih bergerak sendiri.
Selain membahayakan pengguna jalan, kerusakan juga kerap memicu kecelakaan.
“Jalan ini sudah lama rusak dan sering membahayakan pengguna jalan. Karena belum ada perbaikan permanen, warga akhirnya sepakat iuran dan gotong-royong melakukan pengecoran sendiri,” ujarnya.
Dalam aksi tersebut, warga mengumpulkan dana swadaya hingga puluhan juta rupiah.
Tahap awal, pengecoran dilakukan sepanjang sekitar 100 meter dengan pengerjaan setengah badan jalan agar kendaraan tetap dapat melintas.
Warga juga membentangkan banner berisi kritik dan harapan kepada Pemerintah Kabupaten Wonosobo di sekitar lokasi pekerjaan.
“Sudah hampir 10 tahun kondisinya begini. Yang ada hanya tambal sulam dan tidak bertahan lama,” kata Nuryanto.
Menurut dia, dana swadaya yang terkumpul berkisar Rp 50 juta hingga Rp 100 juta. Dana digunakan untuk membeli material serta kebutuhan pengecoran jalan.
“Kami berharap pemerintah benar-benar memperhatikan kondisi jalan ini karena menjadi akses penting bagi masyarakat,” lanjutnya.
Pengerjaan sisi jalan lainnya akan dilanjutkan dua pekan mendatang sembari menunggu tambahan iuran dan material dari masyarakat.
Sementara itu, Edi menjelaskan ruas Jalan Manggis-Tlogogudang memiliki panjang total 4,31 kilometer.
Dari total tersebut, sebenarnya kondisi jalan baik sepanjang 1,2 kilometer, kondisi sedang 1,41 kilometer, rusak ringan 0,1 kilometer, dan rusak berat mencapai 1,6 kilometer.
Ia menyebut penanganan lebih lanjut memungkinkan dilakukan apabila ruas jalan tersebut masuk prioritas Musrenbang Kecamatan Sukoharjo.
“Saya kira bisa saja, dengan catatan kalau ruas itu menjadi prioritas Musrenbang Kecamatan Sukoharjo,” ujarnya. (git/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo