Artikel Ilmiah Berita Entertainment Features Jateng Kecantikan Khazanah Lifestyle Magelang Makan Enak Mungkid Nasional Olahraga Otomotif Piknik Pojok Kampung Semarang Temanggung Travel Viral Wonosobo

Kontes Sapi di Wonosobo Dongkrak Gengsi Peternak, Tak Hanya Adu Kualitas juga Menaikkan Harga Jual

Sigit Rahmanto • Minggu, 26 April 2026 | 22:27 WIB
Kontes sapi yang diadakan APPSI di Wonoland Mojotengah Wonosobo berlangsung semarak. Dihadiri Wamentan Sudaryono, Ketua MPR Ahmad Muzani, Gubernur Ahmad Luthfi dan Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat. (Sigit Rahmanto/Jawa Pos Radar Magelang).
Kontes sapi yang diadakan APPSI di Wonoland Mojotengah Wonosobo berlangsung semarak. Dihadiri Wamentan Sudaryono, Ketua MPR Ahmad Muzani, Gubernur Ahmad Luthfi dan Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat. (Sigit Rahmanto/Jawa Pos Radar Magelang).

 

RADARMAGELANG.ID, Wonosobo  — Kontes sapi yang digelar Asosiasi Peternakan dan Penggemuk Sapi (APPSI) di Wonosobo selama dua hari (25-26/4/2026) berlangsung meriah. 

Kontes yang berlangsung di Wonoland Andongsili, Mojotengah tersebut tak sekadar adu kualitas ternak. Tapi juga ruang transaksi terbuka untuk menaikkan nilai jual sapi di tengah meningkatnya permintaan menjelang Idul Adha.

Kontes ini memperebutkan piala Ketua MPR RI Ahmad Muzani dengan hadiah utama mobil dan paket umrah. Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Ketua MPR Ahmad Muzani, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono dan Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat.

Menurut Sudaryono yang akrab disapa Mas Dar, kontes sapi terbukti mampu meningkatkan gengsi peternak sekaligus menghidupkan ekosistem perdagangan ternak.

“Saya sudah hadir di beberapa kontes sapi, di Boyolali, Jember, dan sekarang di Wonosobo. Semua ramai dan berhasil,” ujarnya.

Ia menegaskan, Indonesia telah menghentikan impor beras sejak 2025. “Kalau dalam satu piring kebutuhan karbohidrat, protein, sayur, dan buah terpenuhi, itu sudah masuk kategori swasembada pangan,” tegasnya.

Meski demikian, ia mengakui komoditas susu dan daging masih bergantung impor. 

Sementara itu, Ahmad Muzani menekankan, peningkatan produktivitas peternak akan berdampak langsung pada ekonomi masyarakat.

Muzani juga menyoroti potensi Wonosobo sebagai sentra sapi perah. Saat ini, produksi susu nasional baru memenuhi sekitar 23—25 persen kebutuhan.

“Artinya masih ada sekitar 75 persen peluang yang bisa kita isi,” jelasnya.

Di sisi lain, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menyebut populasi ternak di wilayahnya mencapai 6,5 juta ekor pada 2025, dengan 1,2 juta di antaranya sapi dan sekitar 3 juta kambing. 

Kontes APPSI juga menjadi ajang transaksi langsung antara peternak dan pembeli. Sapi yang dipamerkan dapat langsung ditawar secara terbuka di lokasi.

Di sisi lain, Ketua APPSI Wonosobo Feri Atanta menyampaikan keluhan terkait kondisi Pasar Hewan Wonolelo yang dinilai tidak lagi representatif.

“Bangunan banyak rusak dan atap bocor. Kondisi ini membuat aktivitas jual beli menurun,” keluhnya. Ia berharap pemerintah segera melakukan pembenahan agar pasar kembali menjadi pusat transaksi yang layak bagi peternak dan pedagang sapi. (git/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#konset sapi #produksi susu di jateng #harga jual #ahmad muzani #sapi perah