Artikel Ilmiah Berita Entertainment Features Jateng Kecantikan Khazanah Lifestyle Magelang Makan Enak Mungkid Nasional Olahraga Otomotif Piknik Pojok Kampung Semarang Temanggung Travel Viral Wonosobo

Wonosobo Expo 2026 Jadi Uji Nyali UMKM Lokal untuk Bersaing di Pasar

Sigit Rahmanto • Jumat, 24 April 2026 | 17:59 WIB
Asisten Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Koperasi, Fiter Baresman Silaen bersama Bupati Afif Nurhidayat meninjau stan di Wonosobo Expo 2026. (Sigit Rahmanto/Jawa Pos Radar Magelang)
Asisten Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Koperasi, Fiter Baresman Silaen bersama Bupati Afif Nurhidayat meninjau stan di Wonosobo Expo 2026. (Sigit Rahmanto/Jawa Pos Radar Magelang)

 

RADARMAGELANG.ID, Wonosobo– Wonosobo Expo UMKM 2026 tak hanya diposisikan sebagai ajang pameran produk unggulan daerah.

Di balik kemeriahan 130 stan yang memenuhi Gedung Sasana Adipura, gelaran ini justru menjadi semacam uji nyali bagi koperasi dan pelaku UMKM Wonosobo untuk membuktikan kesiapan bersaing di pasar yang makin ketat.

Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat menegaskan, ekspo yang berlangsung 4 hari (23-26/4/2026) itu merupakan upaya memperkuat ekonomi kerakyatan sekaligus mendukung Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia dan Bangga Berwisata di Indonesia.

“Melalui kegiatan ini, kita membangun zona terpadu promosi potensi daerah, memperkuat branding Kabupaten Wonosobo sebagai daerah dengan kekuatan ekonomi kerakyatan.

Serta membuka peluang kerja sama antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat,” ujar bupati dalam pembukaan ekspo yang dihadiri Asisten Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Koperasi RI, Fiter Baresman Silaen. 

Baca Juga: Ipemi Wonosobo Dikukuhkan, Bina UMKM Perempuan untuk Naik Kelas

Data yang dipaparkan Pemkab Wonosobo menunjukkan geliat sektor koperasi dan UMKM memang terus tumbuh. Hingga saat ini, telah terbentuk 265 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Namun, baru 44 koperasi yang aktif berjalan. Dari jumlah itu, 96 koperasi telah menggelar rapat anggota tahunan dengan total 6.800 anggota.

Di sektor UMKM, 40 pelaku usaha telah mengantongi sertifikat Hak Kekayaan Intelektual hingga Maret 2026.

Sementara itu, 19.073 UMKM tercatat sudah memperoleh sertifikasi halal self-declare sampai 2025.

Namun, capaian tersebut juga memperlihatkan tantangan yang belum selesai. Banyaknya kelembagaan ekonomi tidak otomatis membuat pelaku usaha naik kelas.

Aktivitas koperasi, kualitas produk, dan kemampuan menembus pasar masih menjadi pekerjaan rumah besar.

Sorotan serupa datang dari Kementerian Koperasi RI. Asisten Deputi Bidang Pemasaran Fiter Baresman Silaen menilai, tantangan UMKM saat ini bukan lagi sekadar produksi, melainkan kemampuan membaca pasar dan memanfaatkan teknologi.

“Digitalisasi menjadi keharusan. Pelaku UMKM harus mampu memanfaatkan media sosial dan platform digital agar tidak tertinggal.

Tantangan utama saat ini adalah menemukan pasar yang tepat, dan itu bisa dibantu melalui pemanfaatan teknologi,” ujarnya. 

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Wonosobo, Achmad Fathoni, berharap Wonosobo Expo 2026 mampu membuka peluang investasi, memperluas jejaring bisnis. Serta meningkatkan daya saing UMKM di tingkat regional dan nasional. (rls/lis)

 

Editor : Lis Retno Wibowo
#wonosobo expo 2026 #bersaing di pasar #BUpati Wonosobo afif Nurhidayat #UMKM Lokal