Artikel Ilmiah Berita Entertainment Features Jateng Kecantikan Khazanah Lifestyle Magelang Makan Enak Mungkid Nasional Olahraga Otomotif Piknik Pojok Kampung Semarang Temanggung Travel Viral Wonosobo

Festival Mudik 2026 Jadi Magnet Wisata, Gerakkan Perekonomian Daerah : Puncak Acara Terbangkan 45 Balon Terbaik di Alun-Alun

Sigit Rahmanto • Minggu, 29 Maret 2026 | 22:16 WIB
Alun-alun Wonosobo dipadati ribuan orang menyaksikan puncak Festival Mudik 2026 dengan penerbangan balon udara. (Sigit Rahmanto/Jawa Pos Radar Magelang)
Alun-alun Wonosobo dipadati ribuan orang menyaksikan puncak Festival Mudik 2026 dengan penerbangan balon udara. (Sigit Rahmanto/Jawa Pos Radar Magelang)

 

RADARMAGELANG.ID, Wonosobo– Lautan manusia padati puncak Festival Mudik 2026 di Alun-alun Wonosobo, Minggu (29/3/2026) pagi.

Sebanyak 45 balon warna-warni terbang hiasi langit. Masyarakat rela berdesak-desakan untuk melihat dan mendapatkan posisi terbaik dalam acara festival itu.

Saat matahari mulai terbit, puluhan balon dengan berbagai motif dan warna perlahan mengudara, menjadi pusat perhatian pengunjung yang memenuhi kawasan alun-alun.

Tradisi balon udara di Wonosobo sudah berlangsung sejak era 1920-an dan menjadi bagian dari perayaan Lebaran masyarakat.

Kini, tradisi tersebut dikemas dalam bentuk festival agar lebih aman sekaligus menjadi daya tarik wisata.

Baca Juga: 25 Tahun Festival Balon Udara Kembaran, Kalikajar, Wonosobo, Dari Tradisi Kampung Kini Mendunia

Direktur Utama AirNav Indonesia, Capt. Avirianto Suratno, menegaskan pihaknya mendukung pelestarian tradisi balon udara selama tetap mengedepankan keselamatan penerbangan.

“Tradisi ini tetap kita dukung, tetapi keselamatan penerbangan harus menjadi prioritas. Karena itu kami terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar balon udara diterbangkan secara ditambatkan dan tidak dilepas secara liar,” ujarnya.

Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat mengatakan, festival ini tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga berdampak pada sektor ekonomi dan pariwisata daerah.

Menurutnya, peningkatan jumlah pengunjung setiap tahun menjadi indikator positif bagi geliat ekonomi lokal.

“Tradisi ini berkembang menjadi penguatan ekonomi sekaligus memperkuat sektor pariwisata di Kabupaten Wonosobo. Antusiasme masyarakat setiap tahun terus meningkat,” ujarnya.

Ia menambahkan, rangkaian Festival Mudik 2026 tidak hanya terpusat di alun-alun, tetapi tersebar di 23 titik di berbagai wilayah Wonosobo.

Balon terbaik dari masing-masing titik kemudian ditampilkan pada puncak acara di alun-alun.

Acara ini berdampak pada ekonomi masyarakat. Pedagang kaki lima, pelaku UMKM, hingga destinasi wisata di Wonosobo dipadati pengunjung. Perputaran uang selama festival diperkirakan mencapai miliaran rupiah.

Selain kemeriahan acara, aspek kebersihan juga menjadi perhatian. Komunitas Omah Alam terlihat berkeliling mengumpulkan sampah yang ditinggalkan pengunjung untuk menjaga lingkungan tetap bersih.

Pemerintah daerah bersama AirNav Indonesia, TNI-Polri, dan forkopimda terus mengedukasi masyarakat agar tidak menerbangkan balon udara liar, terutama yang menggunakan petasan karena berbahaya bagi keselamatan penerbangan.

“Harapan kami ke depan di Wonosobo bisa zero balon udara liar. Tradisinya tetap ada, tetapi kita wadahi melalui festival agar aman dan tetap menjadi tontonan menarik bagi masyarakat,” kata Afif.

Sementara itu, Polres Wonosobo melakukan rekayasa lalu lintas di beberapa titik untuk mengurai kepadatan. Petugas disiagakan di jalur masuk dan keluar kawasan alun-alun serta kantong parkir.

Wakapolres Wonosobo Kompol Agustinus David Putraningtyas mengatakan, pengamanan tidak hanya difokuskan di lokasi acara, tetapi juga pada akses lalu lintas di sekitar pusat kota.

“Polres Wonosobo menerjunkan 198 personel, dibantu dari instansi lain, untuk melaksanakan pengamanan kegiatan ini, termasuk pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi,” ujarnya. (git/bis/lis)

 

 

 

Editor : Lis Retno Wibowo
#festival Mudik 2026 #gerakkan perekonomian #Alun-alun Wonosobo #BUpati Wonosobo afif Nurhidayat #Penerbangan Balon Udara #airnav indonesia