RADARMAGELANG.ID, Wonosobo – Festival balon udara dalam rangkaian Mudik 2026 di Kabupaten Wonosobo terus menyedot perhatian masyarakat. Dua lokasi festival, yakni Candiyasan melalui Balaraja Balloon Festival dan Limbangan Mudal Skyfest, dipadati ribuan pengunjung, Selasa (25/3/2026).
Di kawasan Candiyasan, Balaraja Balloon Festival berlangsung meriah sejak pagi. Sedikitnya 21 balon udara tradisional diterbangkan dengan aman dan terkendali. Ribuan pengunjung memadati lokasi untuk menyaksikan balon-balon raksasa mengudara.
Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo Edi Santoso mengatakan, pelaksanaan hari pertama festival berjalan lancar tanpa insiden balon lepas maupun kebakaran.
“Alhamdulillah pelaksanaan hari pertama berjalan lancar. Semua balon yang diterbangkan dapat dikendalikan dengan baik tanpa kendala berarti,” ujarnya.
Antusiasme masyarakat cukup tinggi. Pengunjung diperkirakan mencapai sekitar 3.000 orang, tidak hanya warga lokal tetapi juga wisatawan dari Jakarta, Jambi, Solo, dan Kendal. Meski terjadi peningkatan volume kendaraan, arus lalu lintas di sekitar lokasi tetap ramai namun lancar.
Selain atraksi balon udara, festival juga diramaikan 41 stand UMKM yang menjajakan kuliner dan produk lokal. Dari aktivitas ekonomi tersebut, perputaran uang selama kegiatan diperkirakan mencapai Rp30 juta hingga Rp35 juta.
Sementara itu, di lokasi berbeda, Limbangan Mudal Skyfest 2026 juga tak kalah meriah. Kegiatan yang digelar di Gelora Lurah Sudarto, Dusun Limbangan, Kelurahan Mudal, Kecamatan Mojotengah itu juga dipadati sekitar 3.000 pengunjung.
Sebanyak 32 balon udara tradisional berhasil diterbangkan dengan aman, termasuk satu balon berukuran besar dengan tinggi mencapai 20 meter. Seluruh penerbangan berlangsung tertib tanpa insiden balon lepas maupun terbakar.
Kepala Bidang Destinasi Disparbud Wonosobo Hapipi mengatakan, kelancaran acara menunjukkan kolaborasi yang baik antara panitia, masyarakat, serta unsur pengamanan.
“Pelaksanaan berjalan lancar dan aman. Ini menunjukkan kolaborasi yang baik antara panitia, masyarakat, serta unsur pengamanan dari TNI-Polri dan pemerintah daerah,” katanya.
Festival tersebut juga berdampak pada perekonomian warga. Sebanyak 52 pelaku UMKM ambil bagian dengan menjual berbagai kuliner khas Wonosobo seperti megono dan tempe kemul. Perputaran ekonomi selama kegiatan diperkirakan mencapai Rp18 juta hingga Rp20 juta.
Pengunjung tidak hanya berasal dari Wonosobo, tetapi juga dari luar daerah, seperti Semarang, Solo, dan Magelang. Meski arus kendaraan meningkat, kondisi lalu lintas di sekitar lokasi tetap lancar dan terkendali.
Semarak acara semakin terasa dengan adanya doorprize berupa seekor kambing yang menarik perhatian pengunjung. Ke depan, festival balon udara di berbagai wilayah Wonosobo diharapkan terus menjadi agenda wisata budaya yang mampu menarik wisatawan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. (git/aro)
Editor : H. Arif Riyanto