Artikel Ilmiah Berita Entertainment Features Jateng Kecantikan Khazanah Lifestyle Magelang Makan Enak Mungkid Nasional Olahraga Otomotif Piknik Pojok Kampung Semarang Temanggung Travel Viral Wonosobo

25 Tahun Festival Balon Udara Kembaran, Kalikajar, Wonosobo, Dari Tradisi Kampung Kini Mendunia

Sigit Rahmanto • Selasa, 24 Maret 2026 - 23:23 WIB

Tradisi balon udara di Desa Kembaran, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo, terus bertahan dan berkembang hingga kini.
Tradisi balon udara di Desa Kembaran, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo, terus bertahan dan berkembang hingga kini.

RADARMAGELANG.ID, Wonosobo--Tradisi balon udara di Desa Kembaran, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo, terus bertahan dan berkembang hingga kini.

Tahun ini, tradisi tersebut genap memasuki 25 tahun sejak pelaksanaan penerbangan balon udara secara terpusat yang dikemas dalam Kembaran Balloon Culture Festival (KBCF).

Ketua Panitia KBCF Yanuar mengatakan, tradisi balon udara di Desa Kembaran sebenarnya sudah ada sejak sekitar tahun 1960-an.

Saat itu, penerbangan balon udara masih dilakukan secara terpisah di masing-masing wilayah sebelum akhirnya disatukan dalam satu lokasi kegiatan.

“Kita sudah menjalani kebersamaan penerbangan balon udara yang dikelompokkan di satu tempat di Stadion Ronggolawe Desa Kembaran selama 25 tahun,” kata Yanuar kepada Jawa Pos Radar Magelang, Selasa (24/3/2026).

Ia menjelaskan, penyatuan lokasi penerbangan balon udara tersebut menjadi momentum penting dalam membangun kekompakan masyarakat lintas usia dan profesi di desa tersebut.

Tradisi itu kemudian berkembang menjadi agenda budaya tahunan yang dikenal luas hingga tingkat nasional dan internasional.

Panitia menggelar tasyakuran dengan membuat 25 tumpeng yang melambangkan kebersamaan dan upaya melestarikan adat istiadat.
Panitia menggelar tasyakuran dengan membuat 25 tumpeng yang melambangkan kebersamaan dan upaya melestarikan adat istiadat.

Sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan 25 tahun tersebut, panitia menggelar tasyakuran dengan membuat 25 tumpeng yang melambangkan kebersamaan dan upaya melestarikan adat istiadat.

Acara dilanjutkan dengan makan bersama antara panitia, peserta, penonton, dan masyarakat yang hadir.

Selain penerbangan balon udara, festival juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan seni dan budaya.

Seperti festival kostum dan pertunjukan layang-layang naga raksasa.

Kegiatan tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang datang dari berbagai daerah.

Sekretaris Desa Kembaran Ady Setyawan mengatakan, penyelenggaraan festival melibatkan banyak relawan dan panitia yang bekerja hampir tanpa henti selama kegiatan berlangsung.

“Selama empat hari event, panitia bergantian melakukan evaluasi dan pembenahan. Aktivitas bahkan sudah dimulai sejak pukul 02.00 setiap harinya. Pada malam Lebaran juga digelar pesta lampion, karnaval obor, dan pesta kembang api,” ujarnya.

Menurut dia, tingginya jumlah pengunjung setiap tahun membawa dampak positif terhadap perekonomian masyarakat desa.

Perputaran ekonomi warga meningkat signifikan selama festival berlangsung, terutama dari sektor kuliner, parkir, dan penjualan cendera mata.

Ia menambahkan, produksi balon udara di Dusun Kembaran dalam satu tahun bisa mencapai sekitar 20 hingga 30 balon, yang kemudian diterbangkan saat perayaan Lebaran dan festival berlangsung.

Festival KBCF dijadwalkan berlangsung hingga Rabu (25/3/2026) yang menjadi hari terakhir rangkaian kegiatan tahun ini.

Panitia masih membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin datang dan menyaksikan langsung kemeriahan festival balon udara tersebut. (git/web/aro)

Editor : H. Arif Riyanto
#Festival Balon Udara #Kalikajar #balon udara #Kalikajar Wonosobo