RADARMAGELANG.ID, Wonosobo— Mendekati Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Pemkab Wonosobo mematangkan berbagai kesiapan pelayanan publik.
Dari pengendalian inflasi daerah hingga pengamanan arus mudik menjadi perhatian utama agar masyarakat dapat merayakan Lebaran dengan aman dan nyaman.
Sekretaris Daerah Kabupaten Wonosobo One Andang Wardoyo mengatakan menjelang Lebaran, selalu diiringi lonjakan kebutuhan masyarakat serta meningkatnya mobilitas publik.
Situasi tersebut menuntut kesiapan berbagai sektor pelayanan agar aktivitas masyarakat tetap berjalan aman dan lancar.
“Karena itu diperlukan sinergi dan kolaborasi lintas sektor agar semua dapat diantisipasi sejak dini,” ungkap Andang dalam rapat High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menghadapi Idul Fitri 2026 di Ruang Mangunkusumo Setda Wonosobo, Jumat (6/3/2026).
Ia menegaskan, pemerintah daerah perlu memastikan sistem pelayanan publik berjalan optimal sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan hingga merayakan Idul Fitri dengan nyaman. Beberapa isu strategis turut menjadi perhatian dalam rapat tersebut.
Pertama, menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok. Menurut Andang, peningkatan permintaan menjelang Lebaran kerap memicu tekanan harga di pasar sehingga peran TPID penting untuk memastikan distribusi pangan tetap lancar dan harga terjangkau.
Selain itu, pemerintah juga diminta memastikan ketersediaan energi, terutama bahan bakar minyak (BBM) dan LPG.
Koordinasi dengan Pertamina, agen LPG, dan pengelola SPBU perlu diperkuat untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi selama periode libur Lebaran.
Kesiapan infrastruktur dan transportasi juga menjadi perhatian. Arus mudik dan arus balik diperkirakan meningkatkan mobilitas masyarakat sehingga kondisi jalan, jembatan, serta layanan transportasi harus dipastikan aman dan layak digunakan.
Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Satriyatmo menambahkan, koordinasi lintas sektor menjadi kunci untuk memastikan kesiapan menghadapi Idul Fitri.
Ia menyoroti pentingnya kesiapan infrastruktur jalan, transportasi umum, serta sarana ibadah yang akan digunakan masyarakat selama masa libur Lebaran.
Selain itu, aspek keamanan dan ketertiban wilayah juga harus menjadi prioritas. Termasuk pengawasan arus lalu lintas serta pengamanan tempat ibadah.
Sementara itu, Wakapolres Wonosobo Kompol Agustinus David Putraningtyas mengatakan pihaknya akan menggelar Operasi Ketupat Candi 2026 sebagai upaya pengamanan terpadu selama Ramadan hingga Idul Fitri.
Operasi tersebut berlangsung pada 13–26 Maret 2026 dengan fokus pengamanan arus mudik dan arus balik serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.
Selain itu, Polres Wonosobo menyiapkan tujuh pos pengamanan dan pelayanan (Pospam). Meliputi, Dieng, Gardu Pandang, Telaga Menjer, Pos Terpadu Alun-Alun Wonosobo, Simpang Empat Kertek, Posyan Terminal Mendolo, dan Terminal Sawangan. Sebanyak 394 personel kepolisian diterjunkan dalam operasi tersebut, didukung unsur TNI, Satpol PP, serta tim kesehatan. (git/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo