RADARMAGELANG.ID, Wonosobo — Aksi nekat dilakukan puluhan warga yang tergabung dalam Aliansi Infrastruktur Berkeadilan di sepanjang Jalan Kalibeber—Deroduwur.
Mereka menanam pohon pisang di tengah badan jalan. Juga memancing, mencuci bahkan mandi di kubangan jalan yang masuk wilayah Desa Derongisor Kecamatan Mojotengah tersebut.
Aksi itu dilakukan sebagai bentuk protes karena jalan yang rusak parah tak kunjung diperbaiki secara menyeluruh.
Mereka terdiri dari Desa Deroduwur, Derongisor, Mojosari, dan Pungangan. Ruas Kalibeber—Deroduwur sepanjang sekitar 6,4 kilometer disebut mengalami kerusakan merata. Kondisi serupa juga terjadi di ruas Mojosari—Gondang sepanjang kurang lebih 5,1 kilometer.
“Ini bukan mewakili golongan atau individu tertentu, tapi mewakili seluruh lapisan masyarakat yang sudah marah karena tak kunjung ada perbaikan,” kata koordinator aksi, Hendri, di sela-sela kegiatan, Sabtu (28/2/2026).
Menurut dia, keluhan warga masih berkutat pada jalan rusak tak kunjung diperbaiki secara permanen. Perbaikan yang dilakukan selama ini dinilai sebatas tambal sulam, tanpa menyentuh akar persoalan.
Kerusakan, kata Hendri, telah berlangsung lama kurang lebih lima tahun. Hanya tambal sulam, dan kini rusak parah. Jalan Kalibeber—Deroduwur bukan sekadar penghubung antardesa.
Ruas ini menjadi akses utama aktivitas ekonomi, pendidikan, dan mobilitas harian warga. Jalur tersebut juga menjadi akses menuju kawasan wisata religi makam KH Muntaha Al Hafizh dan KH Asyari (dua tokoh Sentral di Wonosobo), yang setiap akhir pekan mengalami peningkatan volume kendaraan.
“Setiap hari bisa dilihat bagaimana ramainya ruas jalan ini dan kondisinya seperti apa,” kata Hendri.
Warga menilai kerusakan jalan berdampak langsung pada efisiensi waktu tempuh dan keselamatan pengguna. Saat musim hujan, lubang-lubang jalan berubah menjadi kubangan, memperbesar risiko kecelakaan.
Dalam aksi itu, warga menyampaikan tiga tuntutan utama kepada Pemerintah Kabupaten Wonosobo.
Yakni meminta perbaikan total dan permanen ruas Kalibeber—Deroduwur serta Mojosari—Gondang, kemudian pembangunan sistem drainase terintegrasi agar kerusakan tidak berulang, serta pelaksanaan perbaikan sebelum Idul Fitri 2026. Mereka juga mendesak agar proyek tersebut menjadi prioritas dalam pembangunan infrastruktur Tahun Anggaran 2027.
Camat Mojotengah, Eko Widi Nugroho yang menemui massa di lokasi mengatakan, sebenarnya di sekitar titik aksi, material perbaikan sudah ada di pinggir jalan. Dan
pengerjaan awal terlihat di beberapa bagian. “Kami sudah berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten untuk pelaksanaan perbaikan. Insya Allah, karena memang sudah rusak, akan dilakukan sebelum Idul Fitri,” ujar Eko.
Ia menyebut perbaikan yang berjalan saat ini merupakan penanganan awal. Penyempurnaan akan dilanjutkan pada tahun anggaran berikutnya.
“Untuk penyempurnaannya, insya Allah akan dilaksanakan pada 2027, karena kemarin waktu di Musren sudah masuk prioritas dan nanti masuk ke RKPD Kabupaten 2027,” kata Eko. (git/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo