Artikel Ilmiah Berita Entertainment Features Jateng Kecantikan Khazanah Lifestyle Magelang Makan Enak Mungkid Nasional Olahraga Otomotif Piknik Pojok Kampung Semarang Temanggung Travel Viral Wonosobo

Lubang Menganga di Tengah Kampung Kasiran Wonosobo Terus Melebar

Lis Retno Wibowo • Minggu, 25 Januari 2026 - 19:51 WIB
Lubang menganga di tengah Kampung Kasiran Kelurahan Mlipak  Wonosobo yang terus melebar.
Lubang menganga di tengah Kampung Kasiran Kelurahan Mlipak Wonosobo yang terus melebar.

RADARMAGELANG.ID, Wonosobo – Ancaman serius menghantui permukiman padat di Kasiran Baru RT 3 RW 6, Kelurahan Mlipak, Kecamatan Wonosobo.

Tanah ambles atau sinkhole yang muncul di tengah perkampungan tak kunjung tertangani terus melebar hampir tiga pekan terakhir ini.

Hingga kini, amblesan memiliki kedalaman sekitar tujuh meter dengan lebar mencapai dua meter. Yang mengkhawatirkan, ukurannya terus bertambah setiap hari, terutama saat hujan turun.

Satu rumah yang berdiri tepat di bibir amblesan terpaksa dibongkar sebagian. Bangunan tersebut menjadi miring dan tidak lagi aman untuk ditempati.

Warga memilih langkah darurat demi menghindari risiko yang lebih besar.

Dampak amblesan juga melumpuhkan akses jalan lingkungan. Kendaraan roda empat dilarang melintas dan harus memutar.

Sementara sepeda motor masih diperbolehkan melintas dengan pengawasan ketat warga setempat.

Ketua RW 06 Kasiran Baru, Aris Sumarna, menyebut hingga kini warga masih bertahan dengan upaya swadaya.

Bersama relawan setempat, warga menutup bibir lubang menggunakan terpal sebagai langkah darurat.

“Sekarang kedalamannya sekitar tujuh meter, lebarnya dua meter, dan terus bertambah. Sementara ini kami hanya bisa menutup dengan terpal supaya air hujan tidak langsung masuk dan menggerus tanah lebih luas,” ujarnya, Minggu (25/1/2026).

Ia menambahkan, penutupan total jalan sudah disiapkan apabila kondisi tanah semakin membahayakan.

“Kalau lubangnya makin melebar dan berisiko, jalan akan kami tutup total,” tegasnya.

Munculnya lubang sinkhole pertama kali muncul pada Sabtu, 10 Januari 2025, sekitar pukul 17.00.

Meski saat kejadian cuaca relatif cerah, peristiwa tersebut diduga dipicu hujan deras sehari sebelumnya yang menyebabkan pergerakan tanah di bawah permukiman.

“Awalnya lubangnya kecil di dekat gapura. Karena belum kelihatan berbahaya, waktu itu sempat kami tutup,” kata Aris.

Seiring waktu, warga menemukan rongga besar di bawah tanah yang menyerupai aliran air. Rongga tersebut terus tergerus setiap kali hujan turun.

Warga menduga amblesan berkaitan dengan gorong-gorong lama peninggalan era Belanda yang berada di bawah kawasan permukiman.

Saluran tersebut diduga tak lagi mampu menampung limpasan air dari arah kota.

“Kalau hujan deras, air dari kota masuk semua ke saluran itu dan menggerus tanah di bawah rumah warga,” jelasnya.

Warga berharap pemerintah segera turun tangan.

Sebab lokasi amblesan berada di kawasan padat penduduk dan dinilai memiliki risiko tinggi jika penanganan terus tertunda. (git/lis)

 

Editor : Lis Retno Wibowo
#lubang menganga #sinklohe #permukiman padat