RADARMAGELANG.ID, Wonosobo - Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Wonosobo menggelar panen bersama demplot budi daya ubi madu asli Wonosobo di lahan Balai RW Kenteng, Kejiwan Selasa (9/12/2025). Selain itu, panen diadakan di Desa Besani, Leksono. Dengan luas total lahan 2 hektare.
Dari demplot tersebut, petani berhasil memanen 12 hingga 14 ton per hektare. Hal itu menunjukkan potensi besar ubi madu sebagai komoditas unggulan yang mampu mendukung ketahanan pangan. Sekaligus meningkatkan pendapatan petani.
Ketua KTNA Kabupaten Wonosobo Untungno, menyampaikan pentingnya menjadikan ubi madu sebagai gerakan kolektif yang melibatkan berbagai pihak.
“Pengembangan ubi madu harus dilakukan secara bersama petani, pemerintah, dan pelaku usaha. Ubi madu Wonosobotidak hanya unggul dari segi rasa, tetapi juga memilikipotensi besar sebagai penopang ekonomi petani.
Melalui panen bersama ini, kami ingin mendorong pola tanam yang lebih tertib, terencana, dan berkelanjutan agar kualitas dan hasil panen terus meningkat,” tegasnya.
Pihaknya berkomitmen memperkuatsektor pertanian melalui peningkatan kualitas budidaya, pengembangan hilirisasi, serta perluasan akses pasar bagipetani lokal.
Sementara itu, Kepala Dinas Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kabupaten Wonosobo, Dwiyama SB menyampaikan apresiasi atas konsistensi KTNA dalam mengembangkan komoditas lokal.
“KTNA menunjukkan kontribusi nyata dalam memperkuat ketahanan pangan daerah. Tema yang di usung hari ini mencerminkan semangat bersama agar petani semakin berdaya dan menjadi garda terdepan dalam menjaga ketersediaan pangan di Wonosobo,” ujarnya.
Saat ini, ubi madu Wonosobo telah memiliki 9 grade kualitas yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar.
Mulai dari kelas ekspor hingga pasar lokal. Produk ini tembus pasar Singapura. Juga dipasarkan di kota-kota besar seperti Jogjakarta, Semarang, dan Solo.
Ubi madu Wonosobo juga masuk ke berbagai kanal pemasaran. Di antaranya supermarket, pasar raya, toko grosir, sentra penjualan ubi oven, hingga pabrik pengolahan keripik. (rls/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo