RADARMAGELANG.ID, Wonosobo – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mulai memanaskan mesin politiknya lebih awal.
Melalui pelatihan Kader Penggerak Bangsa tingkat menengah, partai berlambang bola dunia itu memperkuat basis kader muda di wilayah Kedu. Sasarannya mencetak penjaga ideologi Aswaja yang lincah berdialektika di ruang digital.
Gelaran yang dipusatkan di Aula Ponpes Nur Ala Nur, Desa Kapencar, Kecamatan Kertek, Sabtu (22/11/2025) malam itu diikuti 100 pemuda-pemudi NU dari lima kabupaten/kota di Dapil VI Jateng.
Mereka dibekali ideologisasi dan strategi politik yang disebut bakal menjadi pondasi gerak PKB ke depan.
“Ini program kaderisasi wajib. Kita tanamkan pegangan politik Aswaja yang menjadi positioning PKB,” tegas anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PKB, Abdullah atau akrab disapa Gus Abduh, saat tampil sebagai pemateri.
Menurutnya, output pelatihan tidak lagi sebatas paham NU dan PKB. Para kader dituntut mampu memetakan posisi PKB sebagai pengemban politik Aswaja di gelanggang nasional.
PKB baru menerapkan sistem kaderisasi berjenjang secara masif pada 2024. Dengan target 1,2 juta kader tingkat menengah ditargetkan rampung mengikuti pelatihan dalam waktu dekat. “Minimal setahun sekali di setiap kabupaten. Kalau bisa dua kali,” tegas Gus Abduh.
Ia memastikan ke depan setiap daerah di Kedu bakal menggelar pelatihan mandiri tanpa harus menunggu gabungan.
Mayoritas peserta adalah pemuda pesantren yang sudah memiliki basis pemahaman NU. Mereka diproyeksikan tampil sebagai speaker juru bicara digital yang siap mengontra isu miring terhadap ulama dan pesantren.
“Belakangan ini banyak narasi yang mendiskreditkan kiai dan lembaga pesantren. Anak muda harus hadir meluruskan,” ujar Gus Abduh.
Ia menilai pertarungan opini justru semakin sengit di dunia maya. Karena itu kader muda tidak cukup hanya paham ideologi, tapi juga wajib lihai memainkan ritme komunikasi digital. (git/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo