RADARMAGELANG.ID, Wonosobo – Nasib malang dialami seorang nenek paro baya bernama Narti, 65, warga RT 02/RW 04, Dusun Parakandawa, Desa Kaliguwo, Kecamatan Kaliwiro. Ia meninggal setelah diduga hanyut di sungai saat hendak pulang usai menanam padi.
Suasana duka menyelimuti keluarga Narti, nenek yang dikenal rajin ke sawah. Ia ditemukan meninggal di aliran Sungai Luk Ulo, Senin (10/11/2025) pagi. Sehari sebelumnya, keluarga melapor ke petugas karena tidak kunjung pulang setelah menanam padi.
Koordinator Relawan SAR Kaliwiro, Habib, menjelaskan, laporan awal diterima pihaknya pada Minggu (9/11/2025) malam dari Kepala Desa Kaliguwo. Sebelumnya, korban diketahui menanam padi di sawah. Namun hingga malam, korban tak kunjung pulang.
“Warga sudah melakukan pencarian di sekitar sawah dan kebun, tetapi hasilnya nihil. Kami kemudian melakukan asesmen dan koordinasi dengan BPBD, Basarnas, serta unsur TNI-Polri untuk operasi pencarian,” jelas Habib, Senin (10/11/2025).
Berdasarkan hasil asesmen, korban terakhir terlihat berada di kebun. Saat itu beberapa warga yang hendak pulang mengurungkan niat menyeberangi sungai karena air meluap.
Mereka memilih memutar lewat desa sebelah, sementara korban diduga tetap melintasi sungai.
Operasi pencarian dilakukan tim gabungan yang terdiri dari SAR Kaliwiro, Bagana, SAR MTA Wonosobo, TNI, Polri, pemerintah desa, serta masyarakat. Pencarian difokuskan di sepanjang aliran Sungai Parakandawa.
“Sekitar pukul 09.00, salah satu tim pencari menemukan korban di aliran sungai sejauh 4 kilometer dari titik awal. Besar kemungkinan korban terbawa arus saat hendak menyebrang sungai untuk pulang, ” terang Habib.
Setelah dievakuasi dan dilakukan identifikasi, dipastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
“Seluruh proses evakuasi berjalan aman dan lancar. Operasi SAR kami nyatakan ditutup,” pungkas Habib. (git/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo