RADARMAGELANG.ID, Wonosobo - Sejumlah pemuda Desa Tlogojati, Kecamatan Wonosobo meminta transparansi laporan keuangan di desanya.
Desakan itu disampaikan dalam forum warga yang diinisiasi oleh pemuda dan Karang Taruna setempat, Senin (13/10/2025).
Koordinator lapangan kegiatan, Putra Yayan Kurniawijaya, mengatakan inisiatif ini muncul karena adanya sejumlah kejanggalan dalam pengelolaan dana sejak tahun 2019.
Salah satu yang dipersoalkan adalah PAD dari lahan desa seluas sekitar 16 hektare yang disewakan ke PT Tambi dengan nilai sewa Rp 71 juta per tahun.
“Kami ingin tahu secara rinci dana sewa itu digunakan untuk apa saja. Selama ini masyarakat tidak pernah mendapat laporan terbuka. Padahal itu hak warga untuk tahu karena menyangkut keuangan desa,” tegas Putra.
Selain PAD, warga juga mempertanyakan transparansi penggunaan dana dari APBDes. Termasuk anggaran tahun 2022 sebesar Rp 35 juta yang disebut digunakan untuk pembelian teratak.
“Barangnya memang ada, tapi kami ingin memastikan apakah dana itu benar-benar habis untuk pembelian teratak atau ada alokasi lain. Kami akan meng-cross check semuanya,” ujarnya.
Putra menegaskan, langkah yang dilakukan pihaknya murni bentuk kepedulian terhadap tata kelola pemerintahan desa yang bersih dan akuntabel.
“Kami tidak membawa kepentingan politik apa pun. Ini semata untuk memastikan uang desa benar-benar digunakan demi kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Menanggapi hal itu, Kepala Desa Tlogojati, Wahyan menegaskan seluruh pendapatan dan belanja desa telah dimasukkan ke dalam APBDes dan dibahas melalui mekanisme musyawarah desa.
“Semuanya sudah ada dalam dokumen resmi, lengkap dengan SPJ. Kalau butuh bukti tertulis, kami siap tunjukkan karena semuanya tercatat,” ujarnya.
Ia menilai kegiatan warga tersebut masih dalam batas wajar sebagai bentuk aspirasi. “Transparansi sudah kami jalankan sejak tahap perencanaan, Musdes, sampai Musbangdes. Jadi, kalau masyarakat ingin bukti tertulis, kami siap,” jelas Wahyan.
Menurut Wahyan, tidak ada muatan politik di balik kegiatan tersebut. “Yang hadir hanya sekitar dua puluh orang. Banyak warga lain sebenarnya tahu dan tidak ikut karena merasa semua sudah transparan,” katanya.
Pihak pemuda maupun pemerintah desa sepakat membuka ruang dialog lanjutan agar laporan keuangan desa dapat diakses masyarakat secara terbuka.
Langkah ini diharapkan menjadi titik awal memperkuat kepercayaan publik terhadap pengelolaan dana desa di Tlogojati. (git/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo