Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Disdikpora Wonosobo Terjunkan Tim : Belum Ditemukan Indikasi Mengarah ke Bullying

Sigit Rahmanto • Sabtu, 11 Oktober 2025 | 05:10 WIB
Kepala Disdikpora Kabupaten Wonosobo Musofa.
Kepala Disdikpora Kabupaten Wonosobo Musofa.

RADARMAGELANG.ID, Wonosobo – Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Wonosobo menurunkan tim untuk mendalami kasus dugaan  perundungan (bullying) yang menyeret salah satu siswa SDN Kertek. 

Kepala Disdikpora Musofa, menegaskan pihaknya telah menurunkan tim untuk melakukan penelusuran langsung ke sekolah.

Dan sejauh ini belum ditemukan indikasi kuat adanya tindakan perundungan di lingkungan sekolah tersebut.

“Begitu kami mendapat laporan, saya langsung turun ke lapangan bersama PGRI  dan  koordinator wilayah. Kami menemui kepala sekolah dan seluruh guru untuk menggali informasi sedetail mungkin,” ujar Musofa saat ditemui di kantornya, Jumat (10/10/2025).

Dari hasil penelusuran, pihak sekolah telah menyerahkan penjelasan tertulis beserta dokumen pendukung yang menggambarkan situasi kegiatan belajar di sekolah sejak Agustus hingga Oktober.

Salah satunya, menurut Musofa, berkaitan dengan kegiatan revitalisasi gedung sekolah yang menyebabkan halaman dipenuhi material bangunan, sehingga selama beberapa waktu kegiatan upacara bendera tidak dilaksanakan.

“Informasi yang kami terima, anak tersebut disebut mengalami bullying saat upacara. Tapi setelah kami cek, ternyata sekolah memang lama tidak menggelar upacara karena sedang ada pembongkaran tiga ruang kelas.

Upacara terakhir baru dilaksanakan pada 1 Oktober, dan dari CCTV maupun daftar hadir, siswa yang bersangkutan tidak masuk pada hari itu,” jelasnya.

Disdikpora juga menugaskan tim tambahan untuk menemui orang tua siswa, lurah, dan tokoh masyarakat setempat. Hasilnya, belum ditemukan bukti yang mengarah pada peristiwa bullying.

Meski demikian, Mustofa menegaskan bahwa pihaknya tetap serius dalam mencegah dan menindak setiap bentuk kekerasan di lingkungan pendidikan. 

“Kami tidak menutup kemungkinan ada hal-hal kecil di antara anak-anak yang kadang tak disadari. Karena itu, kami akan terus memperkuat gerakan anti-bullying di sekolah. Sebelumnya kami juga sudah bekerja sama dengan kepolisian untuk edukasi siswa dan guru,” tegasnya.

Musofa juga menyampaikan rasa duka mendalam atas meninggalnya siswa tersebut. 

Lebih lanjut, Disdikpora memastikan seluruh dokumen seperti izin tidak masuk dari orang tua, daftar hadir, dan komunikasi via WhatsApp dengan wali kelas sudah dikumpulkan dan diverifikasi.

“Guru kelas tiga menyampaikan bahwa memang anak tersebut sering izin karena sakit, dan itu didukung bukti komunikasi dengan orang tua,” tambahnya.

“Yang jelas kami memastikan tidak ada pembiaran, dan setiap informasi kami telusuri dengan hati-hati. Kami ingin publik tahu, semua langkah kami dasarkan pada data dan fakta di lapangan,” pungkas Musofa. (git/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#bullying #disdikpora wonosobo #perundungan #musofa