Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Dosen UNSIQ Gandeng PKK Munggang Bawah Kalibeber, Dorong Pengelolaan Sampah Berkelanjutan di Wonosobo

Sigit Rahmanto • Jumat, 29 Agustus 2025 | 03:55 WIB
Dosen Fakultas Syariah dan Hukum Islam Unsiq mengadakan pelatihan pengolahan sampah organik pada TP PKK Munggang Bawah Kalibeber Wonosobo.
Dosen Fakultas Syariah dan Hukum Islam Unsiq mengadakan pelatihan pengolahan sampah organik pada TP PKK Munggang Bawah Kalibeber Wonosobo.

RADARMAGELANG.ID, Wonosobo  – Persoalan sampah rumah tangga, terutama sampah organik, masih jadi pekerjaan rumah di banyak daerah.

Kondisi itu mendorong dosen Fakultas Syari’ah dan Hukum Universitas Sains Al-Qur’an (UNSIQ) Jawa Tengah di Wonosobo turun tangan lewat program pengabdian masyarakat.

Lewat dana hibah Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) Ditjen Diktiristek Kemdiktisaintek 2025, digelar  pelatihan pengolahan sampah organik menjadi kompos bagi Kelompok PKK Munggang Bawah RT 05/RW 11, Kelurahan Kalibeber, Kecamatan Mojotengah, Wonosobo.

Kegiatan yang dipusatkan di SDN 01 Kalibeber pada Sabtu (25/8/2025) itu diikuti 40 anggota PKK.

Tim pengabdian dipimpin Dr. Nila Amania M.H. bersama dosen Rohatun Nihayah S.H.I., M.S.I., Dr. Linda Ikawati M.H., serta dua mahasiswa pendamping, Nur Fatimah dan Zahra Maulida Lubna.

“Ini bentuk komitmen UNSIQ dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di tingkat lokal. Kami tidak hanya memberi teori, tapi juga fasilitas agar warga bisa mengolah sampah organik secara mandiri,” ujar Dr. Nila Amania, Kamis (28/8/2025). 

Selama ini, pengelolaan sampah anorganik di PKK Munggang Bawah sudah berjalan lewat program setoran ke bank sampah.

Namun, untuk sampah organik masih menemui kendala karena kurang keterampilan dan sarana. 

Melalui program hibah ini, dosen UNSIQ memberikan edukasi, praktik pembuatan kompos dengan teknologi sederhana, hingga bantuan perlengkapan berupa wadah komposter, buku panduan, sarung tangan, dan aktivator pengomposan.

Tujuan  kegiatan ini tak sekadar mengurangi volume sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), tapi juga membekali masyarakat dengan keterampilan memanfaatkan sampah organik menjadi kompos yang bisa bernilai ekonomis maupun ekologis.

“Harapannya, pengelolaan sampah ini bisa jadi model berkelanjutan dan berdampak positif bagi lingkungan sekaligus kesejahteraan warga Kalibeber,” tandasnya. (git/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#Unsiq #organik #sampah rumah tangga #Universitas Sains Al-Qur'an #pkk