RADARMAGELANG.ID, Wonosobo– Penanganan longsor besar di Dusun Duluran, Desa Tegeswetan, Kecamatan Kepil, akhirnya rampung. Setelah bekerja selama 24 hari, alat berat milik DPUPR Wonosobo resmi ditarik dari lokasi bencana, Selasa (24/6/2025).
Alat berat mulai diturunkan ke lokasi sejak 28 Mei 2025. Dalam kurun waktu tersebut, tim gabungan membersihkan material longsor, membuka akses jalan, dan membangun tanggul darurat.
“Penanganan darurat selesai. Hari ini (kemarin, Red) alat berat ditarik karena akses jalan sudah kembali terbuka,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Wonosobo, Dudi Wardoyo.
Longsor yang terjadi di lereng atas permukiman warga menutup jalur utama desa dan nyaris menimpa beberapa rumah.
Menurutnya, skala longsoran cukup masif, dengan material tanah merah menimbun badan jalan sepanjang lebih dari 50 meter.
Sebagai langkah mitigasi, petugas membangun tanggul sementara menggunakan karung tanah yang ditahan deretan pancang bambu. Konstruksi itu terlihat rapi dan memanjang di bawah tebing longsor.
“Ini upaya darurat agar tanah tidak kembali turun. Ke depan perlu penanganan permanen,” terang Dudi.
Pantauan di lapangan menunjukkan kondisi tanah masih gembur dan rawan pergerakan, terutama saat hujan. Meski demikian, warga sudah bisa beraktivitas seperti biasa, termasuk anak-anak yang sebelumnya harus memutar jauh ke sekolah.
Ketua RT setempat, Kasiman, mengungkapkan warga bergotong-royong selama proses evakuasi.
Mereka membantu bersih-bersih, ronda malam, dan siaga jika hujan turun. “Kami jaga bersama-sama. Sekarang jalan sudah bisa dilewati, tapi kami tetap waspada,” ujarnya.
Dudi menegaskan BPBD masih melakukan pemantauan. Ia mengimbau warga melapor jika muncul retakan baru atau rembesan air di lereng. Wilayah Tegeswetan sendiri masuk kategori zona rawan longsor.
“Kalau ada gejala tanah bergerak, segera hubungi BPBD. Jangan menunggu sampai terjadi,” tegasnya.
Meski tak menimbulkan korban jiwa, longsor tersebut sempat melumpuhkan jalur logistik warga. Hasil panen tak bisa keluar, dan distribusi kebutuhan pokok terganggu dalam beberapa hari. (git/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo