Artikel Ilmiah Berita Entertainment Features Jateng Kecantikan Khazanah Lifestyle Magelang Makan Enak Mungkid Nasional Olahraga Otomotif Piknik Pojok Kampung Semarang Temanggung Travel Viral Wonosobo

Jemaah Salat Idul Adha di Lapangan Garung Desa Butuh Kalikajar Wonosobo Membeludak, View Menawan Gunung Sumbing Sindoro Jadi Incaran

Lis Retno Wibowo • Sabtu, 7 Juni 2025 - 04:03 WIB
Jemaah salat Idul Adha 1446 H di lapangan Dusun Garung Desa Butuh Kalikajar Wonosobo dengan latar Gunung Sumbing dan view depan Gunung Sindoro, Jumat (6/6/2025).
Jemaah salat Idul Adha 1446 H di lapangan Dusun Garung Desa Butuh Kalikajar Wonosobo dengan latar Gunung Sumbing dan view depan Gunung Sindoro, Jumat (6/6/2025).

RADARMAGELANG.ID, Wonosobo - Sedikitnya 15 ribu umat Islam memadati Lapangan Dusun Garung, Desa Butuh, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo, Jumat (6/6/2025) pagi.

Mereka melaksanakan salat Idul Adha 1446 Hijriah. Saking banyaknya jemaah hingga meluber ke area perkebunan tembakau di sekitar lapangan. Karena kapasitas lapangan hanya 6000an orang.

Antusiasme umat Islam salat di lapangan tersebut karena pemandangannya yang indah.

Mereka tertarik setelah 3 tahun belakangan ini viral pelaksaan salat Id di lokasi tersebut. Bahkan jamaah berasal dari luar daerah dan mancanegara. 

Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, yang hadir bersama keluarga dan Camat Kalikajar Aldhiana Kusumawati beserta jajaran, menyampaikan rasa syukur dan bangga bisa melaksanakan salat Idul Adha bersama warga di Lapangan Garung Desa Butuh. 

 Baca Juga: Sebanyak 5.000 Jamaah Salat Idul Adha di MAJT An-Nuur Kabupaten Magelang, Begini Isi Khutbahnya

Ia menyebutkan, momentum tahun ini sangat spesial karena sejak pukul 04.00, kawasan sudah mulai dipadati jemaah yang mengikuti salat Subuh berjamaah di lapangan. 

“Jarang kita temui salat Subuh dilaksanakan di lapangan terbuka seperti ini. Tapi hari ini luar biasa, jalanan sudah padat merayap.

Lapangan penuh bahkan sampai ke kebun tembakau. Ini membuktikan antusiasme yang tinggi dan keindahan lokasi yang menjadi daya tarik,” ujar Bupati Afif. 

Afif menyampaikan terima kasih kepada kepala desa, panitia, dan seluruh warga yang telah bergotong-royong menyukseskan acara.

Serta mengusulkan agar ke depan kegiatan ini ditata lebih baik lagi sebagai bagian dari pengembangan destinasi wisata religi unggulan Kabupaten Wonosobo.

Camat Kalikajar, Aldhiana Kusumawati, turut mengapresiasi perayaan yang luar biasa ini, meskipun mengakui bahwa jumlah pengunjung yang datang benar-benar di luar dugaan.

Ia menyampaikan permohonan maaf apabila ada pengunjung yang tidak mendapatkan tempat salat sesuai harapan, namun menegaskan bahwa esensi perayaan ini adalah kebersamaan, empati, dan semangat berbagi dalam suasana Idul Adha. 

“Barangkali ini menjadi cermin bagaimana Allah mengajak kita merasakan empati yang sama dengan saudara-saudara kita yang sedang berdesakan di Tanah Suci.

Tapi yang paling membanggakan adalah gotong royong luar biasa dari warga Garung. Mereka bukan hanya menyambut tamu dengan hangat, tapi juga menunjukkan kohesi sosial yang patut dijaga,” ungkap Aldhiana. 

Ia membuka wacana pengembangan teknis pelaksanaan ke depan, termasuk kemungkinan penyelenggaraan salat Id bergelombang, sistem reservasi, serta penataan kawasan agar lebih tertib dan nyaman.

Sementara itu ketua panitia, Agus Wangidul Ma’ruf, menambahkan bahwa rangkaian acara tahun ini tidak sekadar difokuskan pada pelaksanaan salat Id, tetapi dikemas lebih luas dalam bentuk Islamic Culture Festival.

Salah satu kegiatan yang paling menarik adalah "Sejawat" atau Sedekah Jajanan Warga untuk tamu yang hadir. 

Selain itu, masyarakat dan panitia juga mengadakan pasar oleh-oleh, kegiatan Hari Sarjana (Hari Sarungan Jalan-Jalan), serta pembagian makanan khas Wonosobo.

Seperti 1.446 tusuk sate saat buka puasa Arafah, 1.446 porsi nasi megono, dan 1.446 cup carica yang dibagikan kepada pengunjung saat perayaan Idul Adha. 

“Ini adalah cara kami mengemas budaya dan religiusitas dalam satu semangat. Meski jumlah jemaah mencapai tiga kali lipat dari tahun sebelumnya dan banyak yang tidak bisa tertampung di dalam lapangan, kami tetap berusaha memberikan pengalaman terbaik,” ujar Agus. 

Ia juga menyebut bahwa agenda ini ke depannya akan terus dikembangkan dengan penambahan kegiatan baru, serta penertiban yang lebih baik untuk mengantisipasi membeludaknya pengunjung.

Sebagai bentuk dukungan konkret, Bupati Wonosobo  memberikan hibah kurban satu ekor sapi, yang kemudian dilanjutkan dengan penyelenggaraan pemotongan hewan kurban oleh warga dan tiga masjid di sekitar Desa Butuh secara mandiri.

Pemerintah Kabupaten Wonosobo juga menyatakan komitmennya untuk menjadikan kawasan Lapangan Garung sebagai salah satu ikon wisata religi nasional yang dikembangkan secara kolaboratif.

Tanpa mengubah tradisi serta kearifan lokal yang telah terjaga secara turun-temurun oleh masyarakat. (lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#Aldhiana kusumawati #BUpati Wonosobo afif Nurhidayat #Kalikajar #Lapangan dusun garung desa butuh #Salat Idul Adha 1446 H