RADARMAGELANG.ID, Wonosobo - Jembatan Sojokerto ditutup total karena kerusakan bertambah parah. Pemerintah menargetkan jembatan bisa dibuka kembali pada awal Juni 2025 setelah dilakukan perbaikan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Wonosobo, Nurudin Ardianto mengatakan, perbaikan jembatan telah berjalan sejak awal April lalu. Pihaknya optimistis pengerjaan rampung sesuai jadwal.
"Target kami dua bulan. Kalau tidak ada kendala besar, awal Juni sudah bisa dilalui kembali," tegasnya, belum lama ini.
Jembatan Sojokerto merupakan penghubung vital antara Kecamatan Selomerto dan Leksono. Kerusakan jembatan diketahui warga 10 hari menjelang Lebaran, ditandai dengan munculnya retakan di bagian abutmen.
DPUPR langsung turun tangan melakukan analisis kerusakan. Hasilnya, jembatan rusak akibat usia dan gerusan air sungai.
"Abutmen dibangun tahun 1955, sementara badan jembatan baru tahun 1990-an. Sudah tua dan digerus air Serayu yang deras saat hujan deras," ungkap Nurudin.
Kerusakan makin parah usai terjadi runtuhan susulan ketika proses perbaikan belum rampung. Akibatnya, jembatan ditutup total demi keamanan.
Anggaran darurat senilai Rp 800 juta disiapkan untuk mempercepat perbaikan. Namun, cuaca masih menjadi tantangan utama.
"Kemarin hujan deras, air meluap, bahkan batu yang sudah kami pasang sempat hanyut. Tapi kami tetap kejar target," jelasnya.
Sebelum kerusakan bertambah parah, awalnya sepeda motor masih diperbolehkan untuk melintas.
Namun saat ini kondisinya tidak memungkinkan bagi warga untuk menyebrang melalui jembatan tersebut.
"Sembari menunggu, kita minta warga bisa bersabar untuk sementara memanfaatkan jalur alternatif hingga akses benar-benar dibuka," tandasnya. (git/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo