RADARMAGELANG.ID, Wonosobo--Viralnya Patung Biawak di Desa Krasak, Kecamatan Selomerto, Kabupaten Wonosobo masih terus menjadi perhatian publik.
Kini karya seni itu tak hanya menyedot perhatian wisatawan, tapi juga menjadi pemantik geliat ekonomi warga sekitar.
Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat bersama wakilnya Amir Husein dan konten kreator seni nasional, Nabil Mudhor, ikut secara langsung meninjau lokasi, belum lama ini.
“Ini adalah bukti nyata bahwa seni bisa menjadi penggerak pariwisata. Kami sangat mengapresiasi karya pemuda Desa Krasak bersama seniman lokal. Semoga ini bisa menginspirasi seniman lain untuk berkarya demi kemajuan Wonosobo,” ujar Bupati Afif dalam keterangannya.
Patung Biawak itu diciptakan dengan detail memukau oleh seniman Rejo Arianto bersama para pemuda desa.
Berdiri megah di tengah alam Wonosobo, patung tersebut menjadi spot foto yang instagramable, terlebih setelah viral di TikTok dan Instagram.
Baca Juga: Patung Biawak Wonosobo yang Viral Dapat Sertifikat Hak Cipta dari Kemenkum
“Kami ingin menciptakan sesuatu yang unik dan membanggakan. Ternyata, respons masyarakat luar biasa. Banyak yang datang hanya untuk berfoto,” kata Rejo.
Sejumlah konten kreator nasional pun turut melirik lokasi ini.
Salah satunya Nabil Muhdor, kreator dengan jutaan pengikut yang mengunggah video kunjungannya ke Patung Biawak.
Unggahannya langsung memicu gelombang kunjungan baru ke lokasi.
“Luar biasa! Patung ini sangat fotogenik dan cocok jadi konten. Saya yakin Wonosobo akan makin dikenal,” ucap Nabil dalam videonya.
Tak sekadar jadi spot foto, kehadiran patung ini memberi dampak ekonomi langsung. Warung-warung warga ramai dikunjungi, bahkan muncul penjual merchandise bertema biawak.
Melihat potensi tersebut, Pemkab Wonosobo tak tinggal diam.
Bupati berkomitmen menyiapkan fasilitas pendukung agar lokasi semakin nyaman bagi wisatawan.
“Kami akan fasilitasi pengembangan kawasan ini, baik dari sisi infrastruktur maupun promosi,” tandas Afif.
Pemkab Wonosobo kini tengah merancang agar Patung Biawak bisa diintegrasikan dalam paket wisata resmi daerah.
Harapannya, destinasi ini tak sekadar viral sesaat, tapi bisa bertransformasi menjadi ikon wisata berkelanjutan.
“Dengan gotong royong, seni bisa menjadi jalan untuk membangkitkan ekonomi dan mengharumkan nama Wonosobo,” katanya. (git/aro)
Editor : H. Arif Riyanto