RADARMAGELANG.ID, Wonosobo– Proses seleksi calon Paskibraka Kabupaten Wonosobo tahun 2025 menyisakan catatan mengkhawatirkan.
Pasalnya, sebanyak 60 persen peserta dinyatakan gagal dalam tahapan tes kesehatan, mayoritas karena gangguan ketajaman penglihatan.
Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Kesatuan Bangsa, Badan Kesbangpol Wonosobo, Heri Saptoto, saat mengawasi proses seleksi parade yang digelar Rabu (16/4/2025).
Menurutnya, gangguan mata ini menjadi temuan dominan dalam proses pemeriksaan kesehatan yang berlangsung 14–15 April lalu.
“Dari 234 peserta yang kita ambil untuk seleksi lanjutan, yang gagal tes kesehatan sekitar 60 persen. Mayoritas karena masalah ketajaman mata. Ini pengaruh dari penggunaan gadget yang berlebihan,” ujarnya.
Padahal, lanjut Heri, sebagian besar peserta memiliki kondisi fisik yang prima.
Sayangnya, mereka harus gugur hanya karena tidak lolos standar penglihatan.
Diketahui, proses seleksi Paskibraka tahun ini sebenarnya dimulai sejak Februari.
Mulai dari tahapan pendaftaran yang dibuka pada 7–21 Februari, disusul seleksi administrasi (24–25 Februari) dan tes Wawasan Kebangsaan (26–27 Februari).
Usai libur Ramadan dan Idul Fitri, seleksi berlanjut ke tahap pemeriksaan kesehatan, parade, dan akan ditutup dengan seleksi PBB serta tes kepribadian.
Dalam seleksi parade, tercatat 167 peserta hadir. Seperti tahapan sebelumnya, sistem yang digunakan adalah sistem gugur.
Hanya peserta dengan postur dan kondisi fisik terbaik yang bisa lolos ke tahapan selanjutnya.
“Mereka ini masa depannya masih panjang. Kalau fisik kuat tapi mata tidak dijaga, tetap bisa gagal. Ini jadi perhatian serius ke depan,” ucap Heri.
Tahun ini, Kesbangpol juga menerapkan pembaruan regulasi. Setiap sekolah hanya boleh mengirim maksimal 20 peserta -10 putra dan 10 putri.
Tujuannya, memberi kesempatan lebih merata, terutama bagi sekolah-sekolah dari wilayah pinggiran.
Ke depan, seleksi akan mengerucut ke tahapan PBB dan tes kepribadian.
Penilaiannya tidak lagi berdasarkan kuota sekolah, tetapi murni peringkat. Siapa pun yang meraih skor tertinggi, berhak melaju. “Target akhir kami, menjaring 20 putra dan 20 putri terbaik sebagai calon Paskibraka 2025,” pungkasnya. (git/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo