RADARMAGELANG.ID, Wonosobo– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonosobo mulai melakukan recovery jembatan yang ambrol di Desa Sojokerto, Kecamatan Selomerto.
Pemulihan sementara ini dilakukan usai Lebaran dengan anggaran dana tak terduga (TT) sebesar Rp 900 juta.
Langkah ini diambil agar akses jalan di wilayah tersebut bisa segera kembali dibuka.
Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat, menegaskan langkah ini menjadi prioritas karena menyangkut mobilitas masyarakat.
“Yang terpenting sekarang, akses bisa segera dibuka. Kalau harus membangun jembatan baru, anggarannya bisa lebih dari Rp 1-2 miliar.
Untuk saat ini, kita lakukan perbaikan sementara dulu,” jelasnya saat ditemui di Pendopo Kabupaten, Kamis (10/4/2025) malam.
Jembatan di Sojomerto itu ambruk pada Maret 2025. Usia yang sudah uzur menjadi faktor utama runtuhnya jembatan yang diperkirakan dibangun sejak zaman kolonial Belanda tersebut.
Ambrolnya jembatan itu membuat akses utama antara Kecamatan Selomerto dan Leksono lumpuh total.
Warga terpaksa menggunakan jalur utama Wonosobo-Banyumas.
Namun penutupan jalur ini bertepatan dengan puncak arus mudik Lebaran.
Akibatnya, kemacetan tak terhindarkan, terutama di ruas utama Jalan Wonosobo-Banyumas yang berada di sekitar perempatan pasar Selomerto.
Perbaikan yang sedang berlangsung ini diharapkan bisa menjadi solusi cepat untuk mengembalikan mobilitas warga.
Pemkab Wonosobo mengakui bahwa perbaikan sementara ini bukan solusi jangka panjang.
Untuk membangun jembatan baru yang lebih kokoh dan tahan lama, pemerintah masih mencari tambahan anggaran agar proyek tersebut bisa segera direalisasikan.
“Kami akan upayakan pembangunan jembatan baru agar warga tidak lagi menghadapi masalah serupa di kemudian hari,” pungkas Afif.
Ia juga berharap masyarakat bersabar selama proses perbaikan berlangsung dan meminta dukungan penuh agar proyek ini berjalan lancar. (git/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo