Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Pembuatan Bedug di Wonosobo, Usaha Turun Temurun dari Kakek Buyut Hingga Generasi Keempat

Sigit Rahmanto • Jumat, 14 Maret 2025 | 05:00 WIB

Fuad Hasan tengah mengerjakan bedug. Usaha ini dilakukan turun-temurun dari orang tuanya.
Fuad Hasan tengah mengerjakan bedug. Usaha ini dilakukan turun-temurun dari orang tuanya.

RADARMAGELANG.ID, Wonosobo  – Sejak tahun 2009, Fuad Hasan menggeluti usaha pembuatan bedug. Warga Kledosari, Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo ini mewarisi usaha yang digeluti leluhurnya. Ia merupakan generasi ke empat perajin bedug. 

Kakek buyutnya membuat bedug sejak tahun 1945, diteruskan kakeknya tahun 1965. Kemudian pada 1985, usaha itu diteruskan ayahnya. "Saya membuat bedug mulai 2009,"tuturnya.

Di rumahnya yang juga menjadi bengkel kerja, Fuad melayani pesanan bedug dan rebana dari berbagai daerah seperti Banjarnegara, Temanggung, Magelang, dan Purworejo. Dibantu dua anggota keluarganya, ia mengerjakan pesanan hampir setiap hari.

Bahan utama pembuatan bedug dan rebana adalah kulit sapi dan kambing. Kulit didapat dari pengepul di sekitar Wonosobo, lalu direndam semalaman agar sisa daging mudah dibersihkan.

Setelah itu, kulit dijemur hingga kering sebelum dipasang pada kerangka bedug atau rebana.

Untuk membuat bedug baru, kayu utuh dilubangi sesuai ukuran, dihaluskan, lalu dicat atau divernis agar mengkilap. Beberapa pelanggan memilih drum bekas sebagai alternatif.

Kemuian, kulit sapi yang sudah kering dipasang, kemudian dilakukan tes suara sebelum proses finishing.

Sementara untuk servis, kulit lama dilepas dan diganti dengan kulit baru yang telah disiapkan sebelumnya.

"Kalau bedug biasanya pakai kulit sapi, sedangkan rebana pakai kulit kambing karena lebih tipis," jelas Fuad.

Proses pembuatan bedug membutuhkan waktu sekitar 5-7 hari, tergantung ukuran dan cuaca.

Sedangkan rebana bisa selesai dalam 2-3 hari. Harga bedug yang dibuat Fuad bervariasi, mulai dari Rp 2,5 juta hingga Rp 15 juta tergantung ukuran. 

Ia juga membuka usaha servis bedug dan rebana. Biasanya, permintaan bedug meningkat di bulan Ruwah, Rajab, dan menjelang Ramadan. 

"Langganan saya kebanyakan datang pas bulan-bulan tertentu. Tapi tahun ini pesanan agak berkurang dibanding tahun lalu. Kalau lagi banyak orderan, kita bisa lembur," tandasnya. (git/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#Kabupaten Wonosobo #kertek #rebana #bedug #turun temurun