RADARMAGELANG.ID, Wonosobo — Desa Buntu, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, kembali menunjukkan bahwa harmoni antarumat beragama bukan sekadar wacana.
Selama bulan Ramadan, warga nonmuslim di desa ini secara sukarela ikut menjaga keamanan saat umat Islam menunaikan salat tarawih.
Tradisi yang sudah berlangsung puluhan tahun ini dilakukan tanpa ada aturan resmi dari pemerintah desa.
Tidak ada paksaan, hanya kesadaran bersama untuk menciptakan suasana aman dan kondusif bagi warga yang beribadah.
Setiap malam, warga Katolik dan Buddha berjaga di akses utama desa. Mereka mengatur lalu lintas dan meminta tamu yang datang dengan kendaraan untuk parkir di luar hingga salat tarawih selesai.
Sikap gotong-royong ini bukan hal baru bagi warga Desa Buntu. Tri Utomo, salah satu warga nonmuslim yang turut berjaga, mengatakan bahwa kebiasaan ini sudah ada sejak lama.
"Setiap malam, kami sebagai nonmuslim memang memiliki kegiatan berjaga. Saat salat tarawih, nonmuslim menjaga agar suasana aman dan lancar, tidak ada gangguan apa pun.
Kegiatan ini bukan karena ada perintah atau keharusan, tetapi sudah menjadi kebiasaan sejak lama," ujarnya belum lama ini.
Warga desa juga terbiasa saling membantu dalam berbagai kegiatan keagamaan lainnya.
Saat perayaan hari besar agama lain, umat muslim di Desa Buntu turut berperan dalam persiapan dan pelaksanaan acara.
Kepala Desa Buntu, Suwoto, menegaskan keberagaman adalah bagian dari kehidupan sehari-hari di desanya.
Meski penduduk Desa Buntu berasal dari berbagai latar belakang kepercayaan, mereka tetap hidup rukun dan bersatu.
Saat Ramadan, umat muslim beribadah, sementara warga nonmuslim turut menjaga keamanan desa.
"Intinya, kami bersama-sama menciptakan kenyamanan tanpa ada gesekan antarumat beragama," katanya.
Lebih dari sekadar simbol, sikap saling menghargai di Desa Buntu sudah menjadi bagian dari keseharian.
Dalam berbagai kegiatan sosial, seperti gotong royong hingga perayaan keagamaan, semua warga terlibat tanpa membedakan latar belakang mereka.
Ke depan, Suwoto berharap semangat kebersamaan ini tetap terjaga dan bisa menginspirasi daerah lain. (git/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo