Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Lama Tinggal Wisatawan di Wonosobo Masih Rendah, Disparbud Lakukan Terobosan dengan Meluncurkan 3 Program

Sigit Rahmanto • Selasa, 7 Januari 2025 | 03:31 WIB
Lokasi wisata di sekitar Telaga Menjer, Garung yang menjadi salah satu destinasi unggulan di Wonosobo selain Dieng.
Lokasi wisata di sekitar Telaga Menjer, Garung yang menjadi salah satu destinasi unggulan di Wonosobo selain Dieng.

RADARMAGELANG.ID, Wonosobo —Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Wonosobo mencatat, hingga September 2024, lama tinggal wisatawan mencapai 1,86 hari. Angka itu naik dibandingkan tahun sebelumnya.

“Kami menghitung rata-rata lama tinggal per triwulan. Pada triwulan ketiga, rata-rata 1,86 hari. Naik dari 1,3 ke 1,8.

Dan ini bisa kita pantau berkat survei wisatawan yang kami lakukan setiap bulan, dengan metode yang sudah direkomendasikan Badan Pusat Statistik (BPS),” kata Kepala Disparbud Wonosobo Agus Wibowo, saat dikonfirmasi.

Agus menjelaskan untuk menaikkan rata-rata lama tinggal wisatawan di Wonosobo memang cukup sulit.

Alasannya, mayoritas wisatawan masih melakukan kunjungan singkat. Terutama generasi muda seperti pelajar dan mahasiswa.

“Mereka biasanya datang malam atau dini hari ke destinasi gunung seperti Gunung Prau dan Bukit Sikunir. Setelah melihat sunrise, sarapan, lalu pulang,” jelasnya.

Karakter wisata alam yang mendominasi ini menjadi tantangan tersendiri.

Namun, Agus optimistis konsep slow living dapat menjadi andalan baru.

Konsep itu menawarkan pengalaman menikmati hidup lebih santai di tengah keindahan alam Wonosobo.

“Wonosobo sangat cocok bagi mereka yang ingin menjauh dari hiruk-pikuk kota besar. Nikmati saja kopi arabika sambil bersantai di suasana tenang,” katanya.

Namun dirinya mengakui peningkatan ini tak lepas dari banyaknya destinasi wisata yang tersebar di Wonosobo.

Kebijakan pemerintah dalam menetapkan hari libur nasional yang berdekatan dengan cuti bersama juga turut memberikan efek positif.

“Libur yang ditempeli cuti bersama memungkinkan wisatawan merancang perjalanan lebih lama. Itu peluang besar yang harus kami manfaatkan,” ujar dia.

Untuk terus menggenjot jumlah kunjungan dan lama tinggal, Disparbud bakal meluncurkan tiga program baru pada Januari 2025.

Yakni Kalender Event berisi jadwal kegiatan wisata sepanjang tahun.

Kemudian Katalog Tour Package, panduan lengkap destinasi dan paket wisata.

Dan Tourist Information Center (TIC), pusat informasi berbasis digital dan manual untuk mempermudah wisatawan mengakses informasi.

“Kami sediakan majalah pariwisata untuk menjangkau generasi yang belum terbiasa dengan teknologi.

Berdasarkan data kami, 39 persen wisatawan masih mengandalkan informasi manual. Seperti rekomendasi langsung dari orang lain,” tambah Agus.

Selain lama tinggal, pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor retribusi wisata juga mengalami peningkatan.

Tahun ini, Disparbud menargetkan capaian Rp 8,9 miliar, naik dari tahun lalu yang hanya Rp 7 miliar. (git/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#DIENG #Disparbud #Wisatawan #wonosobo #agus wibowo #lama tinggal #WISATA