RADARMAGELANG.ID, Wonosobo–Banjir bandang akibat meluapnya saluran Wangan Aji beberapa waktu lalu jadi alarm bagi Pemerintah Kabupaten Wonosobo.
Pasalnya banyak hal terkait irigasi dan drainase yang harus diselesaikan.
Namun justru di tahun 2025 tidak ada anggaran untuk penanganan sumber daya air (SDA) di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Wonosobo.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas PUPR Nurudin Ardiyanto. Diungkapkan kendala terbesar adalah keterbatasan anggaran.
Ia menjelaskan sebagian besar anggaran irigasi masih bergantung pada dana alokasi khusus (DAK) dari pemerintah pusat.
Tahun 2024 bidang SDA masih mendapat alokasi di bawah Rp 10 miliar dari DAK pusat.
Tapi pada 2025, Kabupaten Wonosobo tidak mendapat alokasi DAK sama sekali untuk irigasi.
“Tahun depan DAK untuk sumber daya air di Wonosobo nihil padahal ketergantungan kita pada anggaran pusat itu masih tinggi untuk melakukan normalisasi dan perbaikan irigasi sangat mendesak.
Sementara dana dari APBD kabupaten per tahun paling tinggi Rp 1 miliar,” ujarnya kemarin (3/12/2024).
Alasan ketiadaan anggaran di tahun 2025 itu menurutnya karena prioritas nasional pada daerah dengan lahan sawah yang lebih luas seperti Cilacap dan Kebumen dan Purworejo.
Saat ini, Dinas PUPR hanya mampu melakukan pemeliharaan rutin pada jaringan irigasi karena terbatasnya anggaran.
Sementara itu, banyak saluran yang tidak berfungsi optimal akibat pembangunan oleh masyarakat.
“Normalisasi saluran irigasi menjadi kebutuhan mendesak. Kami akan merumuskan program penataan dalam anggaran 2025, meskipun tantangannya besar,” katanya.
Kondisi irigasi di Wonosobo memerlukan perhatian khusus. Banyak saluran yang tidak berfungsi optimal akibat pembangunan masyarakat, sehingga normalisasi menjadi kebutuhan mendesak.
wanga aji"Kami butuh program jangka panjang untuk memastikan infrastruktur irigasi di Wonosobo memadai," tegas Nurudin. (git/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo