Artikel Ilmiah Berita Entertainment Features Jateng Kecantikan Khazanah Lifestyle Magelang Makan Enak Mungkid Nasional Olahraga Otomotif Piknik Pojok Kampung Semarang Temanggung Travel Viral Wonosobo

Budidaya Ikan Lele Dusun Lebak, Kaliwiro, Wonosobo Tembus Pasar Luar Kota  

Sigit Rahmanto • Senin, 18 November 2024 | 06:26 WIB
Plt Bupati Wonosobo Muhammad Albar saat mengunjungi kolam budidaya lele di Dusun Lebak, Kaliwiro.   
Plt Bupati Wonosobo Muhammad Albar saat mengunjungi kolam budidaya lele di Dusun Lebak, Kaliwiro.  

RADARMAGELANG.ID, Wonosobo--Usaha budidaya lele dikembangkan di Dusun Lebak, Kecamatan Kaliwiro, Wonosobo.

Usaha produktif yang digagas sejak 2015 ini berhasil menggerakkan ekonomi warga setempat.

Andi Setiawan, seorang peternak lele yang turut memulai usaha ini mengenang awal mula perkembangan bisnis tersebut.

“Awal tahun 2015, baru 1-2 orang yang memulai. Belum berjalan satu tahun, banyak warga sekitar ikut usaha budidaya ikan lele, sampai sekarang jumlahnya mencapai 21 orang,” ungkap Andi.

Popularitas budidaya lele di Lebak pun makin meningkat seiring bertambahnya jumlah peternak.

Pada 2016, kelompok peternak lele ini mulai rutin melayani pembeli dari berbagai daerah, seperti Bogor, Banjarnegara, Temanggung, hingga Magelang.

Setiap minggu, para pembeli datang untuk membeli bibit lele dari dusun tersebut.

“Hampir setiap minggu ada bakul dari Bogor dan daerah lain datang,” katanya.

Namun, usaha yang sempat mencapai produksi rata-rata 1,5 juta ekor per bulan ini tidak luput dari tantangan.

Ketika pandemi Covid-19 melanda, usaha budidaya lele di Lebak menghadapi tantangan berat, mulai dari pengurangan jumlah peternak hingga masalah produksi akibat musim kemarau. 

“Kalau musim kemarau, kami kesulitan air. Dari 50 kolam yang saya kelola, ada beberapa yang terpaksa tidak produksi,” ujar Andi.

Produksi lele menurun signifikan selama pandemi, menyisakan hanya enam peternak aktif yang masih mampu menghasilkan sekitar 600 ribu ekor per bulan.

Meski begitu, pemasaran lele tetap berjalan, dengan distribusi mencakup wilayah Wonosobo, Temanggung, Purworejo, Kebumen, Banjarnegara, dan Magelang.

Harga bibit lele dihargai Rp 200 per ekor, dengan pengiriman minimal 30 ribu ekor setiap kali kirim.

Melihat kontribusi ekonomi yang dihasilkan, Plt Bupati Wonosobo Muhammad Albar memberikan apresiasi tinggi kepada para peternak di Lebak.

“Virus-virus positif seperti ini harus disebarluaskan supaya masyarakat memiliki kemandirian ekonomi,” ujarnya saat mengunjungi lokasi budidaya.

Andi dan para peternak berharap, usaha mereka dapat terus maju dan mendapat dukungan lebih dari pemerintah.

Ia ingin lele bisa menjadi bagian dari program pemerintah seperti menu makan bergizi gratis. 

“Harapan kami, lele bisa diserap oleh program makan bergizi pemerintah, sehingga hasil panen bisa terserap di kabupaten sendiri,” katanya penuh harap.

Dengan semangat yang masih berkobar di tengah tantangan, budidaya lele di Dusun Lebak menjadi contoh nyata bagaimana usaha lokal bisa mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. (git/aro)

 

Editor : H. Arif Riyanto
#Kaliwiro #Plt Bupati Wonosobo Muhammad Albar #wonosobo #budidaya lele