Artikel Ilmiah Berita Entertainment Features Jateng Kecantikan Khazanah Lifestyle Magelang Makan Enak Mungkid Nasional Olahraga Otomotif Piknik Pojok Kampung Semarang Temanggung Travel Viral Wonosobo

Komunitas Balon Udara Wonosobo Gelar Festival Tiap Tahun, Jadi Jujugan Wisatawan

Magang Radar Magelang • Senin, 28 Oktober 2024 - 18:05 WIB
Java Ballon Atraction yang digelar tiap tahun menjadi ikon Kabupaten Wonosobo.
Java Ballon Atraction yang digelar tiap tahun menjadi ikon Kabupaten Wonosobo.

RADARMAGELANG.ID, Wonosobo - Komunitas Balon Udara Wonosobo, menjadi wadah sekaligus upaya melestarikan budaya menerbangkan balon udara.

Berbagai festival bahkan sudah kerap digelar dan menjadi daya tarik wisatawan berkunjung di Jawa Tengah.

Komunitas ini diinisiasi Agam Setyobudi bersama teman-temannya pada 21 Juni 2017.

Mereka ingin untuk mewadahi para pegiat balon udara di seluruh penjuru Kabupaten Wonosobo.

Saat itu, para pegiat balon udara  tidak leluasa berkarya dan menerbangkan balon udara.

Ada larangan karena balon udara dianggap mengganggu penerbangan dan dapat membahayakan masyarakat.

Sehingga pemerintah daerah melarang aktivitas yang berhubungan dengan penerbangan balon udara termasuk menyimpan dan memproduksi.

"Aturan itu merugikan para pegiat balon udara. Apalagi bagi masyarakat Wonosobo, menerbangkan balon udara saat hari raya Idul Fitri sudah menjadi tradisi," kata Agam Setyobudi.

Komunitas Balon Wonosobo akhirnya berupaya untuk melestarikan budaya asli masyarakat Wonosobo.

Beraudiensi dengan AirNav Indonesia, otoritas bandara dan Kementerian Perhubungan.

Mereka ingin melestarikan penerbangan balon udara tanpa mengganggu navigasi penerbangan dan keselamatan masyarakat umum.

Akhirnya pemerintah mengeluarkan regulasi mengenai penerbangan balon udara. Komunitas ini juga turut  merancang PM Kementerian Perhubungan No. 40 Tahun 2018.

Di Dalam peraturan ini tertera tata cara dan metode penerbangan balon udara yang aman bagi masyarakat dan tidak mengganggu lalu lintas transportasi udara.

Juni 2018, komunitas ini menyelenggarakan festival balon perdana mereka dengan tajuk Java Balloon Festival 2018.

Dengan bekerja sama dengan Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia atau AirNav Indonesia.

Festival Java Ballon kemudian menjadi rutinitas saat Idul Fitri. Biasanya berlangsung h+7 atau h+9. Selain Java Balon Attraction, komunitas ini juga menyelenggarakan Festival Mudik.

Pameran balon udara yang diselenggarakan di berbagai kecamatan di Wonosobo.

Hari terakhir, Festival Mudik diselenggarakan di Alun-alun Kabupaten dengan skala yang lebih besar dari hari-hari sebelumnya.

"Antusias masyarakat tinggi, bahkan banyak wisatawan yang datang khusus untuk menikmati festival balon udara," tambahnya.

Komunitas ini juga sukses memeriahkan Festival Balon Gorontalo. Selanjutnya, akan memeriahkan acara Fauz Islamic Fest di Gresik, Jawa Timur pada Minggu (27/10/2024).

Selain festival balon, Komunitas Balon Wonosobo juga menyelenggarakan berbagai kegiatan bakti sosial di masyarakat. Komunitas ini juga pernah melakukan penggalangan dana untuk korban gempa dan tsunami di Palu 2018 lalu.

Saat Ramadan, turut serta melakukan pembagian takjil gratis bagi para pengguna jalan di area Kabupaten Wonosobo.

"Anggotanya tersebar dari seluruh desa di Kabupaten Wonosobo. Setidaknya ada 150 desa yang sudah terdaftar sebagai anggota komunitas," tambahnya. (mg27/fth)

 

 

Editor : Lis Retno Wibowo
#agam setyobudi #Komunitas Balon Udara Wonosobo #Wisatawan #Java Ballon Atracttion