RADARMAGELANG.ID, Wonosobo– Progres pembangunan ruas jalan dan jembatan di Kabupaten Wonosobo terus dikebut. Seperti di ruas Tlogo-Jengkol yang saat ini masih proses pengerjaan.
Proyek ini untuk membuka akses alternatif wisata ke kawasan Telaga Menjer di sepanjang 1,8 kilometer yang menghubungkan Desa Tlogo dan Jengkol, Kecamatan Garung.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Wonosobo, Afton Reza F menyampaikan pengerjaan proyek di ruas Tlogo-Jengkol tahun ini masuk tahap pertama.
"Di proyek pertama ini kita targetkan selesai Desember," terangnya saat melakukan monitoring dan inspeksi jalan, Kamis (19/9/2024).
Total panjang ruas ini 1,8 kilometer yang akan dibagi dalam dua tahap pengerjaan.
Di tahap pertama, DPUPR akan mengerjakan jalan dari arah Desa Tlogo sepanjang satu kilometer, juga jembatan yang akan menghubungkan dua desa itu terlebih dahulu.
"Dengan anggaran yang kita terima untuk pembanguan tahap pertama ini Rp 7,8 miliar, yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) fisik tahun 2024," katanya.
Dengan rincian total anggaran tersebut Rp 5 miliar digunakan untuk membangun jalan. Serta Rp 2,8 miliar dialokasikan pembangunan jembatan serta infrastruktur pendukung lainnya.
"Jalan ini akan dibangun dengan lebar 7 meter, terdiri dari 5 meter untuk betonisasi dan 2 meter di sebelah jalan ada senderan dan saluran drainase. Sementara untuk jembatan akan dibangun dengan panjang 8 meter dan lebar 5 meter," jelasnya.
Afton menyebut di lokasi tersebut pihaknya juga harus melakukan pengeprasan bukit sepanjang 500 meter. Sebab jalan sebelumnya dianggap terlalu ekstrem untuk dilewati.
"Dan dalam proses pengerjaan jalan di sepanjang satu kilometer ini kita bersyukur karena warga kembali mau menghibahkan tanahnya agar bisa dibangun jalan," terangnya.
Menurutnya tanah disepanjang 1 kilometer yang dibangun itu merupakan hasil hibah dari Indonesia Power 500 meter bidang tanahnya dan 500 meter dari masyarakat.
Sementara itu, untuk pengerjaan di tahap dua baru akan dianggarkan pada 2025. Pasalnya masih ada jalan sepanjang 800 meter dari jembatan menuju Jengkol yang saat ini masih menunggu proses pembebasan lahan.
"Pengerjaan fokus pada pembangunan jalan dan jembatan di sepanjang 1 kilometer. Sisa ruas jalan menuju Jengkol akan kami usulkan lagi di tahun depan," ujar Afton.
Dengan dibangunnya jalur ini diharapkan menjadi alternatif bagi wisatawan ke Telaga Warna. Khususnya dari arah Tambi Kejajar maupun Garung.
Jika jalur ini telah dibuka, waktu tempuh akan lebih singkat dan memudahkan akses wisatawan. (git/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo