RADARMAGELANG.ID, Wonosobo - Kecamatan Kepil, Kabupaten Wonosobo membuat Gerakan Kepil Mengajar (Kejar). Hal ini untuk menekan banyaknya jumlah angka anak tidak sekolah (ATS) yang masih tinggi.
Menurut Camat Kepil Eko Premono angka ATS di wilayahnya masih cukup banyak.
Setidaknya masih ada 343 anak yang terdata sebagai ATS pada 2023 lalu.
"Angka tersebut berdasarkan data dari P3KE dan Pusdatin Kemendikbud pada tahun 2023. Sehingga dibutuhkan kolaborasi dan kerja keras untuk mengentaskan permasalahan ATS ini," terang Eko saat dikonfirmasi Selasa (21/5/2024).
Menurutnya untuk menyelesaikan tingginya ATS tidak bisa dilakukan sendirian. Pemerintah perlu merangkul berbagai lembaga lain mengingat permasalahan ini cukup kompleks.
"Permasalahan ATS menjadi tanggung jawab bersama. Tidak bisa hanya diatasi oleh pemerintah saja, harus mendapat dukungan banyak pihak," ujarnya.
Untuk menekan angka ATS di Kecamatan Kepil pihaknya berinisiatif membentuk Gerakan Kepil Mengajar (Kejar).
Aksi ini berkolaborasi dengan berbagai unsur untuk memberikan motivasi.
Terutama kepada anak kelas VI SD/MI dan anak kelas IX SMP/MTs agar melanjutkan ke jenjang lebih tinggi.
"Dengan pemberian motivasi ini mereka tergugah untuk bisa menyelesaikan Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Dua belas Tahun," ujarnya.
Aksi tersebut dilaksanakan secara serentak selama tiga hari Senin-Rabu (20-22/5/2024) untuk SD dan SMP. Dengan melibatkan seluruh stakeholder yang ada di wilayah tersebut.
"Kita berharap agar adanya aksi Kejar ini bisa berkontribusi bagi masyarakat di wilayah Kepil dalam upaya menjalankan visi dan misi Kabupaten Wonosobo. Dengan mewujudkan kualitas sumber daya manusia yang unggul religius/berkarakter, berbudaya, kreatif, inovatif melalui pendidikan formal sesuai Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Dua belas Tahun," tandasnya. (git/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo