Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Nessie Judge Dikecam Netizen Jepang Usai Pajang Foto Junko Furuta dalam Konten Halloween

Magang Radar Magelang • Jumat, 7 November 2025 | 21:58 WIB
Nessie Judge Dihujat Netizen Jepang Usai Pajang Foto Junko Furuta dalam Konten Halloween
Nessie Judge Dihujat Netizen Jepang Usai Pajang Foto Junko Furuta dalam Konten Halloween

RADARMAGELANG.ID – Nama YouTuber sekaligus kreator konten misteri, Nessie Judge tengah menjadi perbincangan hangat di media sosial, baik di Indonesia maupun Jepang.

Hal ini bermula dari sebuah video spesial Halloween di kanal YouTube miliknya yang memicu kritikan tajam karena menampilkan foro Junko Furuta, seorang korban kekerasan di Jepang, sebagai bagian dari properti syuting.

Konten yang diunggah tersebut sebenarnya dibuat dalam rangka perayaan Halloween. Dalam tayangan tersebut, Nessie Judge berkolaborasi dengan boygroup terkenal dari Korea Selatan, yakni NCT DREAM untuk membahas berbagai kisah horor bersama para member.

Namun, alih-alih pada kontennya, publik justru lebih fokus pada satu detail yang dinilai sangat sensitif, yaitu keberadaan foto Junko Furuta di latar video, dengan bagian mata yang dicoret.

Siapa Junko Furuta?

Junko Furuta merupakan seorang siswi asal Saitama, Jepang, yang menjadi korban salah satu kasus kekerasan paling mengerikan dalam sejarah Jepang. Pada tahun 1988, Junko yang baru berusia 17 tahun diculik oleh sekelompok remaja laki-laki dan ditahan selama 44 hari di sebuah rumah di Tokyo.

Selama disekap, ia mengalami penyiksaan fisik, kekerasan seksual, dan penyiksaan psikologis yang begitu kejam. Junko dipukuli setiap hari, diapaksa melakukan tindakan merendahkan, bahkan dibiarkan kelaparan. Setelah lebih dari sebulan disiksa tanpa henti, Junko akhirnya meninggal dunia akibat luka parah.

Tragedi yang menimpa Junko meninggalkkan trauma mendalam bagi masyarakat Jepang dan dianggap menjadi salah satu peristiwa paling kelam dalam sejarah kriminal. Oleh karena itu, banyak orang menganggap penggunaan foto Junko dalam konteks hiburan, apalagi untuk suasana Halloween, sebagai tindakan tidak etis dan tidak menghormati korban serta keluarganya.

Gelombang Kritik di Media Sosial

Setelah video diunggah, warganet internasional, terutama dari jepang, merespons cepat dengan menyoroti tindakan Nessie Judge. Isu ini kemudian viral di platform X, dengan berbagai unggahhan berisi kritikan terhadap kreater konten tersebut.

Banyak pengguna X menganggap bahwa tindakan Nessie menunjukkan kurangnya empati dan kepekaan terhadap tragedi kemanusiaan terutama bagi korban kekerasan seksual.

Salah satunya dari aku X @yukitichqn, yang menuliskan komentar bernada marah atas tindakan Nessie. Ia menyebut unggahan tersebut sangat menjijikkan dan sulit dipercaya.

“Serius, ini benar-benar menjijikkan. Seorang YouTuber asal Indonesia dengan 11 juta subscriber menggunakan foto korban kasus siswi SMA yang dimasukkan ke dalam beton sebagai dekorasi untuk konten Halloween bersama idol K-Pop. Dan katanya, dia bahkan tahu tentang kasus itu saat menggunakannya. Bagaimana mungkin seseorang bisa melakukan hal seperti itu? Aku benar-benar tidak percaya.” tulisnya dalam bahasa Jepang

Menanggapi kritik yang semakin memuncak, Nessie akhirnya memberikan klarifikasi melalui platform X. Ia menjelaskan bahwa penggunaan foto tersebut bukan untuk mengeksploitasi, melainkan sebagai bentuk penghormatan terhadap korban dalam konteks konten misterinya. Ia menambahkan bahwa format konten tersebut telah menjadi bagian dari segmen 'NERROR' yang ia jalankan selama delapan tahun.

“NERORR adalah segmen berusia 8 tahun. Mohon pahami bahwa para penonton kami & saya memiliki referensi kami sendiri tentang segala hal. Mereka tidak sesederhana itu. Tapi saya tetap meminta maaf. Saya sadar seberapa buruk hal ini terlihat ketika keluar dari konteks. Saya akan lebih berhati-hati lain kali” tulis Nessie pada unggahannya di X.

Namun, klarifikasi tersebut justru menuai lebih banyak reaksi. Banyak netizen menilai alasan itu tidak cukup karena gambar korban seharusnya tidak dijadikan elemen dekoratif, apa pun konteksnya.

Nessie kemudian membuat pernyataan lanjutan. Ia menulis permintaan maaf resmi di X, bahkan menerjemahkannya ke dalam bahasa Jepang sebagai bentuk tanggung jawab. Dalam unggahannya, ia menegaskan bahwa konten tersebut akan dihapus dan berjanji untuk melakukan introspeksi.

“Untuk kejadian kali ini, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarmya kepada korban, keluarga korban, dan semua pihak terkait. Saya sama sekali tidak bermaksud untuk sengaja menimbulkan kerugian, namun saya memahami bahwa dampak dari tindakan jauh lebih penting” tulisnya dalam bahasa Jepang.

Meski begitu, kemarahan publik belum sepenuhnya mereda. Banyak warganet Jepang yang tetap menganggap tindakan Nessie tidak bisa diterima. Sejumlah komentar bahkan meluas ke arah sentimen negatif terhadap warga Indonesia.

Kontroversi ini akhirnya sampai ke media-media besar Jepang, membuat nama Nessie Judge masuk dalam pemberitaan internasional. Artikel-artikel di sana menyoroti bagaimana seorang kreator Indonesia bisa terjerat masalah karena kurang memahami sensitivitas budaya negara lain.

Situasi ini memberi tekanan besar terhadap reputasi Nessie, yang selama ini dikenal sebagai pembuat konten misteri dengan pendekatan empatik dan riset mendalam terhadap kasus kriminal.

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya empati, riset, dan kesadaran etis sebelum mengangkat peristiwa nyata, terutama jika menyangkut korban kekerasan atau tragedi kemanusiaan. Hingga kini, Nessie Judge disebut masih melakukan evaluasi terhadap konten dan arah kreatifnya ke depan. (mg10)

Editor : H. Arif Riyanto
#junko furuta #nct dream #jepang #Nessie Judge dikecam netizen #halloween #nessie judge