Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

VIRAL!! Video Syur Oknum Guru dan Murid MAN 1 Gorontalo, Korban Alami Gangguan Psikologi Berat, KPAI Turun Tangan

H. Arif Riyanto • Selasa, 1 Oktober 2024 | 05:25 WIB
Korban video syur oknum guru MAN 1 Gorontalo, PPT, 17, diduga mulai speak up di sosial medianya, Facebook, Senin (30/9/2024).
Korban video syur oknum guru MAN 1 Gorontalo, PPT, 17, diduga mulai speak up di sosial medianya, Facebook, Senin (30/9/2024).

RADARMAGELANG.ID—Kasus video syur oknum guru dan murid MAN 1 Gorontalo menyita perhatian Komisi perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

Pasalnya, pasca viralnya video asusila tersebut, membuat korban PPT, 17, trauma dan syok berat.

Hampir sepekan pasca kasus tersebut viral, siswi yang menjadi korban asusila oknum guru Bahasa Indonesia, David Hakim (DH), 57, tersebut mengalami gangguan psikologis berat.

Komisioner KPAI bidang pendidikan Aris Adi Leksono menyampaikan, korban mendapat perawatan dari Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA).

"Sejauh ini informasi yang kami terima korban mengalami trauma berat, dan sedang mendapatkan psikososial dari UPTD PPA Gorontalo," kata Aris kepada wartawan, Senin (30/9/2024).

KPAI sendiri turut memantau perkembangan kasus tersebut dengan berkoordinasi kepada semua pihak, termasuk dengan kepala sekolah dan perwakilan keluarga korban.

Aris memastikan, korban tetap mendapatkan haknya sebagai anak, termasuk hak mendapatkan pendidikan.

Sempat beredar kabar kalau pihak sekolah juga mengeluarkan korban, namun Aris menyampaikan hal itu tidak terjadi.

"Kami sudah minta kepada pihak sekolah agar hak pendidikan anak korban dijamin. Pihak sekolah memastikan anak tidak dikeluarkan," ujarnya.

Lebih lanjut Aris juga mengingatkan kepada kepada nitizen untuk tidak memviralkan video kasus tersebut agar tidak menimbulkan stigma bagi korban.

Sementara itu, Senin (30/9/2024) beredar unggahan yang disebut merupakan postingan dari korban PPT.

Dalam isi postingannya itu, tampak PPT menceritakan awal mula dirinya terpaksa berhubungan badan dengan guru di sekolahnya itu.

"Saya akan coba ceritakan bagaimana bisa terjadi semuanya. Jujur saya sangat-sangat sedih, kecewa, tidak tahu harus bagaimana di posisi tersebut," kata PPT memulai ceritanya dikutip dari unggahan akun Facebook diduga milik PPT, Senin (30/9/2024).

Awalnya, kata PPT, dirinya adalah anak yatim piatu saat baru masuk di sekolahnya itu.

"Semua berawal saat saya masuk di MAN 1 Gorontalo. Saya seorang yatim piatu seperti yang saya sampaikan video-video yang beredar dengan seorang tiktoker saat wawancara saya," ungkapnya.

Setelah ia bersekolah di madrasah negeri tersebut, pada suatu ketika dirinya mulai mendapat pelecehan verbal dari guru DH.

"Saya sangat ingin untuk mencapai sarjana dengan beasiswa yang saya dapat. Pada satu hari, saya mulai mendapatkan pelecehan verbal. Dengan ucapan-ucapan tidak pantas dari Guru (DH)," ungkap PPT.

"Saat itu saya tidak terlalu menanggapi dengan serius. Namun lama kelamaan mulai menyentuh seperti pundak, merangkul, dan lainnya," sambungnya.

Mulanya, ia menganggap sikap guru DH itu seperti halnya sikap seorang ayah kepada anaknya.

"Awal saya yang memang belum paham tentang kasih sayang yang sesungguhnya, menganggap itu seperti seorang ayah kepada anak juga terkadang memberikan untuk kehidupan," tuturnya.

Namun, anggapannya itu ternyata salah usai si guru DH mulai sering memeluknya bahkan menyentuh bagian intimnya.

"Ternyata penilaian saya salah saat saya mulai dipeluk, disentuh bagian vital dan lain," ucapnya.

PPT pun mengaku ingin menceritakan hal itu kepada orang lain, namun dirinya takut akan dipandang hina oleh teman-temannya.

"Saat itu saya bingung, saya ingin bercerita kepada siapa. Orangtua tidak ada, bercerita kepada teman pun takut dipandang hina," katanya.

Ia juga mengaku sempat berniat melaporkan perbuatan DH tersebut kepada guru-guru lainnya.

Namun, ia tak memiliki bukti apapun terkait perbuatan pelaku.

"Di pikiran saya saat itu jika saya lapor saya yang tidak dipercayai oleh guru lain dan siapapun karena saya tidak memiliki bukti apapun lalu saya dikeluarkan dari sekolah," tutur sang siswi.

Dia juga mengaku takut dikeluarkan dari sekolah apabila dirinya melaporkan perbuatan mesum guru DH itu ke pihak sekolah.

"Jika saya dikeluarkan, saya tidak mempunyai harapan dan cita-cita pupus. Walau saya benar sakit hati, kecewa, marah bercampur menjadi satu," ujar PPT.

Lambat laun, lanjut PPT, guru DH mulai menyetubuhinya.

Awalnya, dirinya menolak keinginan pelaku.

Namun, pada akhirnya dia terpaksa menuruti keinginan bejat pelaku lantaran diancam akan dikeluarkan dari sekolah.

"Lama-kelamaan saya mulai disetubuhi. Awal-awal saya sangat menolak. Tapi dengan ancaman dia mengeluarkan dari sekolah saya pun mengikuti," bebernya.

Lebih lanjut PPT mengaku tidak akan melarang orang-orang untuk menyebarkan video syurnya dengan guru DH tersebut, meskipun dirinya merasa malu dengan beredarnya video itu.

"Saya sangat bersyukur walau saya malu untuk video yang beredar. Saya tidak akan melarang atau menyuruh untuk berhenti menyebarkan, karena itu adalah keinginan dan niat kalian masing-masing ditanggung sendiri dengan Allah,"

Selain itu, sang siswi yang menjabat sebagai ketua OSIS di sekolahnya itu juga mengaku bersyukur tak lagi menjadi budak seks pelaku setelah video syurnya itu viral di publik.

"Saya sudah sangat sangat bersyukur kepada Allah tidak menjadi budak seks lagi, walau saya mungkin dikucilkan dari orang-orang yang tidak tahu benar keadaan saya dan menjadi diri saya," ujarnya. (aro)

 

Editor : H. Arif Riyanto
#MAN 1 Gorontalo #trauma berat #Polres Gorontalo #kpai #gangguan psikologi #guru dan murid di Gorontalo #viral #video syur #David Hakim