RADARMAGELANG.ID—Video syur oknum guru dan murid MAN 1 Gorontalo yang viral di media sosial membuat korban PPT, 17, mengalami trauma dan tertekan berat.
Apalagi video dan foto-foto yang bersangkutan tersebar di media sosial, termasuk media online.
Hal ini diungkap Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten Gorontalo Zascamelya Uno.
"Kondisi korban saat ini jelas trauma karena kasusnya sudah beredar. Korban di bawah tekanan," kata Zascamelya kepada wartawan, Kamis (26/9/2024).
Menurutnya, Dinas PPA Kabupaten Gorontalo akan memberikan pendampingan untuk pemulihan psikologis korban.
Selain itu, menjamin hak pendidikan bagi murid siswa yang terlibat kasus asusila bersama oknum guru di salah satu madrasah tersebut.
"Sejak keluarga korban melapor kami sudah melakukan pendampingan, termasuk hak untuk mendapat pendidikan," katanya.
Namun saat ini yang utama, Dinas PPA akan melakukan pendampingan untuk pemulihan trauma yang mendalam.
"Kami akan assessment dengan psikolog untuk menenangkan psikologis," ucapnya.
Selain itu, Dinas PPA Kabupaten Gorontalo juga akan berupaya agar pendidikan dari siswa tersebut masih tetap dilanjutkan.
Apalagi korban sudah kelas XII atau tingkat akhir dan anak yatim piatu.
"Korban harus tetap sekolah. Kami akan koordinasi dengan sekolah, cari yang terbaik agar tetap mendapat pendidikan. Jangan karena kasus ini tidak dapat mendapat ijazah atau pendidikan, apapun kondisinya," kata Zascamelya.
Dikutip dari Gotontalo Post, salah satu kerabat PPT mengaku kaget dengan munculnya video tak senonoh tersebut.
Pihak keluarga sudah melakukan upaya persuasif bersama sejumlah pihak terkait, termasuk teman dari terduga pemeran itu, termasuk oknum guru berinisial Drs DH, 57, tersebut.
Namun sangat disayangkan, guru tersebut mengaku tidak punya hasrat pada siswi yang juga ada dalam video syur tersebut, tetapi anehnya perbuatan ini bukan baru pertama kali dilakukan.
“Pengakuan ponakan saya, justru gurunya inilah yang dari awal membujuk rayu dan sering menghubungi ponakannya melalui WhatsApp di saat jam pelajaran, banyak macamnya salah satunya meminta ponakannya ke perpustakaan atau ke ruangnya saat keadaan sunyi,” ungkapnya.
Oknum guru yang viral karena video syur dengan seorang siswinya akhirnya dilaporkan ke pihak berwajib oleh pihak keluarga.
Penyidik Unit PPPA Polres Gorontalo Brigadir Jabal Nur mengungkapkan, dari penelusuran awal unit PPA mendapati fakta bahwa keduanya diduga sudah lama memiliki hubungan asmara.
“Informasi awal yang kami dapat, guru dan siswa ini sudah memiliki hubungan asmara sejak tahun 2022,” ujarnya
Selain itu, sebelum viral kasus tindakan asusila, PPT sempat membagikan kisah sedih di media sosial.
Dirinya sempat membagikan perjalanan hidup lewat akun TikTokers @reykings10.
Dalam akun TikTok itu, PPT menceritakan bahwa ia hidup sebagai yatim-piatu ditinggal kedua orang tua meninggal. (*/aro)
Editor : H. Arif Riyanto